Polres Jakarta Timur Tangkap 2 Pembuat Miras Oplosan

Oleh Liputan6.com pada 16 Apr 2018, 15:18 WIB
Diperbarui 18 Apr 2018, 15:13 WIB
Miras Oplosan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Timur melakukan razia minuman keras (miras) oplosan di wilayah hukumnya. Pada razia miras oplosan itu, dua orang ditangkap.

"Tadi malam kita juga razia miras, juga ada beberapa tempat yang mengoplos miras oplosan dan sehingga dua orang kita langsung tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Razia yang dilakukan oleh pihaknya itu di beberapa wilayah Jakarta Timur seperti di Jatinegara, Duren Sawit dan beberapa tempat lainnya. Namun dia enggan menyebutkan identitas peracik miras oplosan itu.

"Di beberapa tempat di Jakarta Timur. Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati. Ini razia hanya dari Polri saja," ujarnya.

Dia menargetkan, tidak ada lagi peredaran miras oplosan atau yang lain di Jakarta Timur, baik itu nanti menjelang Ramadan sampai seterusnya.

Tony mengaku telah mengarahkan kapolsek-kapolsek di wilayahnya agar setiap hari merazia miras dan memberikan laporan. 

"Jadi setiap hari kita Anev (analisis dan evaluasi) dan kita share ke group-group Polres Jakarta Timur, semua bisa baca mana yang enggak razia miras. Itu juga salah satu agar mereka (Polsek) melakukan razia miras," tandas Tony.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Perintah Wakapolri

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan, agar anak buahnya dengan cepat bisa memberantas miras oplosan sampai ke pelosok desa, karena sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadan. Jika tidak, akan ada hukuman untuk anak buahnya.

"Kalau dia tidak serius (berantas miras) ya kita ganti," kata Syafruddin usai melakukan olahraga bersama atlet Asean Games di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu 15 April 2018.

Dia pun tak segan-segan untuk mencopot Kapolres atau Kapolda setempat jika tak serius dalam menangani atau memberantas miras oplosan. Hal itu ia katakan agar tak ada lagi isu-isu atau beredaranya miras oplosan di masyarakat selama bulan puasa.

"Iya, kalau enggak serius saya kan sudah buktikan kalau saya ngomong terbukti seperti kejadian Sulawesi Tengah, saya bilang Kapolresnya saya copot, Kapoldanya ganti, kan jadi kenyataan kalau enggak serius menangani ya," tegasnya.

Dan, jika kapolda hingga kapolsek setempat serius dalam menangani kasus miras oplosan, maka akan diberikan apresiasi.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓