Kasus Novel Baswedan, Menkumham Minta Masyarakat Percaya ke Polri

Oleh Ika Defianti pada 11 Apr 2018, 16:23 WIB
Diperbarui 13 Apr 2018, 15:13 WIB
Menkumham dan Menhan Terapkan Program Bela Negara bagi Warga Binaan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly optimistis kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat segera diungkap Polri. Dia yakin Polri sudah memiliki informasi yang dapat ditindaklanjuti.

"Iya serahkan ke Polri-lah supaya betul-betul bisa diungkap, jadi selama ini saya kira Polri sudah punya pijat informasi," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Politikus PDIP ini menyebut, harus ada koordinasi dan kerja sama antara KPK dan Polri dalam menindaklanjuti kasus yang sudah berjalan selama setahun ini. 

Menurut dia, dukungan untuk Polri penting diberikan agar menjadi semangat kepada institusi penegak hukum pimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian tersebut. 

"Jangan saling mencurigailah, ini yang membuat kadang-kadang, 'wah, Polri tidak ini (serius)'. Saya kira kasih kepercayaan dan kalau ada informasi dari teman-teman KPK atau dari Pak Novel supaya dikoordinasikan," ujar Yasonna.

Tepat setahun lalu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal menggunakan air keras. Novel mengalami cedera pada matanya hingga harus menjalankan operasi mata berkali-kali akibat penyiraman air keras tersebut.

Sejumlah saksi-saksi dan juga barang bukti dikumpulkan oleh kepolisian. Meskipun sudah setahun berlalu, kepolisian belum juga mengungkap dan menangkap penyerang Novel Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah tidak benar penyelidikan kasus itu jalan di tempat. Dia mengklaim penyidikan kasus penyerangan ini sudah ada kemajuan. Namun ia enggan menjelaskan perkembangan yang dimaksud.

"Ada perkembangannya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 10 April 2018.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu mengatakan polisi masih mendalami kasus penyerangan Novel Baswedan. Setiap perkembangannya, polisi selalu memberi tahu kepada KPK. "Jadi begini Kapolda (Irjen Idham Azis) setiap mendapatkan informasi perkembangan pasti kita sampaikan ke pimpinan Polri dan KPK," kata Argo.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Minta Tolong Dukcapil

Penyiram air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih bebas berkeliaran. Meskipun, kepolisian sudah membuat beberapa sketsa wajah orang tersebut.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya sudah meminta kembali kepada Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk mencari orang yang mirip dengan sketsa tersebut.

"Dukcapil sudah (kerja sama), dan bahkan kita minta lagi," kata Iqbal di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini mengungkapkan penyidik masih merangkai petunjuk atas kasus itu. Dia juga mengaku, penyidik telah melakukan beberapa kali olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita masih kejar itu, kita masih melakukan proses scientific investigation beberapa keterangan petunjuk yang ada, TKP itu hampir berulang-ulang kita lakukan proses penguatan olah TKP, karena TKP itu awal dari pengungkapan kasus," ujar Iqbal.

Selain itu, dia menuturkan penyidik telah mendata toko-toko yang menjual bahan yang disiram kepada Novel Baswedan.

"Ada ratusan tokoh kimia sudah kita datangi dan lain-lain banyak, CCTV bahkan kita sudah minta Australian Federal Police untuk ikut membantu kita untuk ungkap kasus ini. Artinya apa Polda Metro Jaya sudah bekerja sangat keras dan cukup maju," kata Iqbal.

Lanjutkan Membaca ↓