Jokowi Akan Gelar Pertemuan Rutin dengan Budayawan

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 06 Apr 2018, 21:27 WIB
Diperbarui 06 Apr 2018, 21:27 WIB
Sebanyak 31 budayawan mendatangi Istana Merdeka dan disambut hangat Jokowi. (Liputan6.com/Hanz Jimenez)
Perbesar
Sebanyak 31 budayawan mendatangi Istana Merdeka dan disambut hangat Jokowi. (Liputan6.com/Hanz Jimenez)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi bersedia menggelar pertemuan rutin dengan para budayawan. Menurut Jokowi, pertemuan rutin itu merupakan janji yang pernah dia sampaikan saat bertemu dengan sejumlah budayawan. 

"Saya dulu pernah berjanji setiap 3 atau 4 bulan itu kita ketemulah. Tapi baru setahun ketemu," kata Jokowi saat menerima kedatangan puluhan budayawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 April 2018.

Ia pun meminta para budayawan untuk tak segan menagih janji itu. Caranya, sambung Jokowi, bisa menghubungi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, atau Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit.

"Mestinya kalau diingatkan pak ini sudah 3 bulan lho. Atau telepon saya kalau memiliki nomor saya. Karena saya tidak memiliki telepon," ucap Jokowi sambil tertawa.

Di hadapan para budayawan, Jokowi sempat berbicara mengenai pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah digenjot pemerintah.

"Kita sebagai negara besar sudah terlalu jauh ditinggal oleh kanan-kiri kita, sehingga ini yang perlu dikejar terlebih dahulu utamanya untuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah Indonesia bagian timur," ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

2 dari 2 halaman

Tak Hanya Soal Ekonomi

Preside Jokowi melukis di hadapan para budayawan di Istana Merdeka. (Liputan6.com/Hanz Jimenez)
Perbesar
Preside Jokowi melukis di hadapan para budayawan di Istana Merdeka. (Liputan6.com/Hanz Jimenez)

Menurut Jokowi, infrastruktur yang memadai tak hanya dapat menyelesaikan masalah ekonomi saja. Lebih besar lagi, kata dia, dapat mempersatukan masyarakat dan mempersempit ketimpangan.

Misalnya, kata dia, saat ini terjadi perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia bagian Timur, khususnya Papua dengan daerah-daerah lainnya.

Jokowi berpendapat, hal ini dikarenakan minimnya infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Untuk itu, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mengatasi masalah semacam itu.

"Infrastruktur ini akan mempersatukan kita, kalau ketimpangannya seperti yang saya sampaikan, ya kita tidak akan bisa bersatu. Artinya apa supaya menyadarkan kita semuanya bahwa bangsa ini bangsa yang besar," terang Jokowi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓