Kapal LCT Bermuatan Solar Terbakar di Balikpapan

Oleh Merdeka.com pada 31 Mar 2018, 12:18 WIB
Diperbarui 31 Mar 2018, 12:18 WIB
Usai Bertabrakan dan Kebakaran, Kapal Tanker Minyak Iran Tenggelam
Perbesar
Kondisi kapal tanker minyak Iran yang mengalami kebakaran hebat usai di Laut Cina Timur (14/1). Sanchi merupakan kapal tanker berbendera Panama yang dioperasikan oleh Glory Shipping, sebuah perusahaan pelayaran asal Iran. (Ministry of Transport via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Kapal Landing Craft Tank (LCT) dilaporkan terbakar di perairan teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu siang. Asap hitam pekat membubung tinggi puluhan meter di langit Kota Balikpapan dan membuat warga panik.

Keterangan diperoleh, kepulan asap hitam pekat itu mulai terlihat sekitar pukul 10.30 Wita, dan terus membubung tinggi di langit Kota Balikpapan.

"Mengerikan asapnya. Terlihat ada kapal yang terbakar, laut juga seperti terbakar," kata warga Kampung Baru, Balikpapan, Affandi (41), kepada Merdeka.com, Sabtu (31/3).

Warga menduga, asap hitam pekat itu berasal dari solar yang terbakar dan tumpah ke perairan laut. Warga panik dengan apa yang mereka lihat dan sedang berlangsung di perairan.

"Sepertinya ada minyak yang tumpah di laut. Entah itu solar atau bensin ya. Karena air laut juga terbakar," ujar Affandi.

Warga lainnya berharap tidak terjadi apa pun dengan pipa minyak Pertamina yang berada di dalam laut.

"Intinya, mudah-mudahan bisa cepat padam," ujar Rusianto, warga Balikpapan lainnya.

2 dari 2 halaman

Kapolres Benarkan

Kapal terbakar
Perbesar
Kapal terbakar di Muara Angke. (Liputan6.com/Moch Harun Syah)

Saat dikonfirmasi, Region Manager Communication & CSR PT Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha yang berkantor di Balikpapan, belum berhasil tersambung.

Sementara itu, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta ketika dikonfirmasi, membenarkan kepulan asap hitam pekat itu di perairan Balikpapan. "Iya kita masih di lokasi. Lagi lakukan proses evakuasi ya," kata Wiwin.

Wiwin membenarkan, kepulan asap pekat hitam yang berlangsung saat ini, berasal dari kapal yang terbakar.

"Ya sementara ini, ada pipa terbakar dan kapal yang melintas, ikut terbakar. Sekarang dalam penanganan ya," demikian Wiwin. 

 

Reporter: Saud Rosadi

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓