Umat Kristiani Awali Perayaan Jumat Agung dengan Jalan Salib

Oleh Ika Defianti pada 30 Mar 2018, 10:51 WIB
Jumat Agung

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan Umat Kristiani mulai memadati Gereja Katedral Jakarta untuk perayaan Jumat Agung. Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie menyebut ibadah Jumat Agung dijadwalkan pukul Jadwal 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB.

Dia menyebut sebelum adanya ibadah tersebut biasanya umat Kristiani akan melakukan ibadah Jalan Salib di pagi harinya.

"Jadi pada pukul 09.00 WIB kita mengawali ibadat jalan salib seperti biasanya. Yang biasanya setiap tahun diadakan dua kali pada hari ini hanya satu kali," kata Susyana di Jakarta, Jumat (30/3/2018).

Dia mengatakan biasanya dalam perayaan Jumat Agung diadakannya aksi teatrikal jalan salib, tapi kali ini disajikan dalam bentuk lainnya. Yakni visualisasi, dimana umat Kristiani disajikan dua layar lebar dan sebuah televisi.

Dalam setiap ibadah, Susyana menjelaskan ada tiga bagian rangkaian ibadah Jumat Agung. Pertama ibadat Sabda, Penghormatan Salib, dan Komuni.

"Intinya inilah puncak dimana Kristus sengsara wafat dan disalibkan untuk menebus umat manusia. Untuk itu kita semua mengadakan sebuah renungan dalam bentuk tiga bagian," jelas Susyana.

Umat Kristiani sejak kemarin menyambut Tri Hari Suci dalam perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus. Tri Hari Suci merupakan rangkaian menyambut perayaan Paskah, yang terdiri dari Kamis putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Sedangkan untuk Minggu Palma, sebagai pembuka pekan suci, telah berlangsung pada Minggu 25 Maret 2018.

 

2 of 2

Rangkaian Jumat Agung

Jumat Agung
Umat Kristiani merayakan Jumat Agung. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Pada Kamis Putih, umat Kristiani memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya pada malam sebelum kematianNya. Rangkaian selanjutnya Jumat Agung dikenal sebagai hari Yesus disalibkan dan mati yang ditandai dengan penghormatan Salib.

Sedangkan untuk Paskah yakni Sabtu dan Minggu merupakan hari Puncak Keselamatan ketika Yesus bangkit diantar orang mati mengalahkan kuasa umat dan melambangkan sebagai pengampunan, kelahiran kembali dan kekuasaan Allah yang menyelamatkan.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait