Ganjil Genap Urai 31 Persen Macet di Tol Jakarta-Cikampek

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 27 Mar 2018, 13:41 WIB
Diperbarui 27 Mar 2018, 13:41 WIB

Liputan6.com, Bekasi - Dari hasil evaluasi Kemenhub (Kementrian Perhubungan) penerapan sistem ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur terbukti mampu mengurai kemacetan di ruas tol Jakarta Cikampek. Sosialisasi masih dilanjutkan namun, pemberian sanksi tilang ditunda hingga akhir maret.

Seperti yang ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (27/3/2018), dari hasil evaluasi sistem ini ternyata mampu mengurai kepadatan lalu lintas di ruas tol Jakarta - Cikampek sebesar 31 persen saat pagi hari. Hingga saat ini pemerintah masih terus mengevaluasi pemberlakuan sistem ganjil genap.

"Butuh waktu untuk sosialisai lagi, supaya semua benar-benar bisa mamatuhi kebijakan yang ada. Kami targetkan akhir bulan ini harapannya masyarakat sudah mengetahui kebijakan ini. Contoh mobil yang memutar balik kan sudah makin menurun, artinya masyarakat sudah banyak yang tahu," ujar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Tri.

"Tindakan tilang dilakukan apabila memang urgent, dalam artian apabila sudah ada petugas dilapangan sudah mengarahkan tapi tetap saja ada yang nekat masuk baru itu kita lakukan tindakan tilang," kata Kompol Deni Setiawan.

Sementara penggunaan bus Transjabodetabek sebagai alternatif transportasi pilihan juga meningkat. Dengan fasilitas yang memadai, masyarakat berangsur-angsur mulai memanfaatkan moda transportasi publik ini.

Live Streaming

Powered by