JK: Pemerintah Sudah Maksimal Perjuangkan Zaini Misrin

Oleh Merdeka.com pada 21 Mar 2018, 08:06 WIB
Wapres JK Saksikan MoU PMI dan BPOM

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemerintah sudah maksimal memperjuangan TKI asal Bangkalan Madura Zaini Misrin, agar tidak dieksekusi mati. Pemerintah sudah berkali-kali menjelaskan kepada pihak Arab Saudi.

"Jadi bukan tanpa pemberitahuan. Ini kan masalah sudah lebih dari 14 tahun pengadilannya. Jadi bukan hal baru sebenarnya. Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018.

Terkait kasus Zaini Misrin JK berharap publik memahami hukum yang berlaku di negara lain. Dia pun meminta agar masyarakat juga harus mengerti bahwa ada hukum di negara lain. JK mencontohkan terkait beberapa pengedar narkoba yang hukuman mati di Indonesia.

"Sama juga kita harapkan orang memahami hukum di Indonesia yang Anda tahu kita hukum mati berapa puluh orang narkoba. jadi saling mengerti kalau Anda berada di satu negara jangan melanggar hukum negara tersebut," jelas JK.

Dia turut berduka cita atas dieksekusinya TKI Zaini Misrin. Dia meminta agar tidak asal menuduh atau marah.

"Kita juga memahami kalau orang berbuat salah maka berlaku hukum setempat. Sama juga di Indonesia jangan lupa. Kita tidak bisa asal marah, kita juga hukum mati orang," kata JK.

Santri yang Dianiaya Rekan Sendiri Akhirnya Meninggal

Tutup Video
2 of 2

Tak Akan Ganggu Hubungan Indonesia-Arab Saudi

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan agar masyarkat membiasakan hidup sehat.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan agar masyarkat membiasakan hidup sehat. (Foto: Kemenkes RI)

 

JK menegaskan eksekusi mati Zaini Misrin tidak akan merusak hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi. Dia mencontohkan hubungan Indonesia dengan Prancis yang baik-baik saja, meski sebelumnya beberapa warga Prancis yang dihukum mati lantaran kasus narkoba.

"Ya awalnya memang marah-marah tapi setelah itu difahami bahwa memang dia bersalah sesuai hukum itu," ungkap JK.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Lanjutkan Membaca ↓