Ketika Calon Jemaah First Travel Minta Kosmetik ke Anniesa Hasibuan

Oleh Ady Anugrahadi pada 13 Mar 2018, 07:31 WIB
Empat Calon Jemaah Korban Penipuan Dihadirkan dalam Sidang First Travel

Liputan6.com, Jakarta - Anniesa Devitasari Hasibuan, istri dari bos First Travel Andika Surachman ini, sedang menjalani persidangan atas kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dana jemaah.

Tercatat ia sudah lima kali hadir sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Depok. Menariknya, Anniesa selalu tampil cantik dan berseri. Kecantikannya mengundang perhatian khalayak.

Misalnya saja ketika jaksa penuntut umum tengah sibuk memperlihatkan sejumlah barang bukti kepada hakim, saksi, dan salah satu terdakwa Kiki Hasibuan. Ibu-ibu atau korban yang sedang menyaksikan persidangan kompak meminta kosmetik.

"Bagi komestiknya dong," kata sejumlah korban sambil merengek, Senin, 12 Maret 2018.

Mendengar kebisingan para penonton sidang, Soebandi yang bertindak sebagai ketua majelis hakim lantas menyuruh untuk diam "Tolong jangan berisik," pinta Soebandi.

Calon jemaah biro perjalanan First Travel blak-blakan di Pengadilan Negeri Depok. Seluruh saksi yang dihadirkan memberikan keterangan di hadapan majelis hakim, Senin (12/3/2018).

Totalnya ada empat orang yang duduk berjajar di kursi pesakitan. Mereka adalah Marsonah, Iriyanti, Suphrapti, dan Dini Lalita.

Marsonah menjelaskan, mulai terperangkap dalam lubang First Travel Desember 2016.

Saat itu, dia melihat website First Travel. Yang membuatnya terpikat adalah tampilan dan konten. Bagaimana tidak, di dalamnya ada daftar harga yang murah meriah.

Kemudian, bukti-bukti jemaah yang sudah berhasil diberangkatkan. Ditambah lagi, ada foto-foto artis Syahrini dan Julia Perez.

"Isi website menggiring kami supaya tertarik. Artis-artis memamerkan kegiatan selama umrah mengenakan atribut Syahrini," ujar dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 of 2

Perkenalan dengan Agen

Empat Calon Jemaah Korban Penipuan Dihadirkan dalam Sidang First Travel
Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan umrah First Travel Anniesa Hasibuan (tengah) meninggalkan ruangan usai menjalani sidang di PN Kota Depok, Senin (12/3). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dari situlah, beranjak pada perkenalannya dengan seorang agen bernama Anita. Pendek kata, pada January 2017 ia melunasi biaya keseluruhan. Namun, hingga saat ini tak kunjung diberangkatkan.

"Uang ditransfer ke rekening First Travel. Awalnya mendaftar paket promo Rp 14,3 juta. Terus nambah lagi Rp 2,5 juta. Alasan untuk mencarter pesawat. Suruh pindah ke paket reguler dengan nambah Rp 6 juta. Saya turuti. Tapi enggak berangkat juga," jelas dia.

Nasib serupa dialami Irianti. Ia tergaet karena harga yang ditawarkan First Travel sangat murah dibandingkan biro umrah lainnya. Selain itu, ia semakin terpikat karena promo-promo yang digemborkan melalui media sosial melibatkan artis.

"Langsung daftar Desember 2015. Saya daftar melalui online dan setelah melunasi langsung ke kantor pusat First Travel bertemu Azizah," ujar dia.

Saksi lainnya, Suphrapti, dan Dini Lalita juga mengungkapkan hal yang sama. Keempat saksi membeberkan kerugian yang dideranya. Marsonah alami kerugian Rp 19 juta, kemudian Iriyanti totalnya Rp 47 juta, sementara Suphrapti Rp 67 juta dan Dini Lalita Rp 64 juta.

Lanjutkan Membaca ↓