PT KAI-MRT Bentuk Perusahaan Patungan Transportasi, Seperti Apa?

Oleh Liputan6.com pada 10 Jan 2020, 14:28 WIB
Diperbarui 11 Jan 2020, 15:13 WIB
PT KAI dan PT MRT sepakat membentuk perusahaan patungan. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT KAI dan PT MRT sepakat membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Perusahaan ini akan mengelola 72 stasiun termasuk stasiun kereta api, bandara dan commuterline.

"Perjanjian ini sebagai langkah konkret pasca penandatanganan Head of Agreement (HOA) yang telah dilakukan sebelumnya pada Senin, 6 Desember 2019," ucap Direktur Utama PT MRT William Sabandar, Jum'at (10/1/2020).

Dia tidak mau mengungkap berapa nilai investasi. Namun, dia menjelaskan kepemilikan saham mayoritas ada di MRT sebesar 51 persen dan 49 persen KAI.

Nantinya, PT KAI akan menjadi pelaksana aksi penataan kawasan stasiun-stasiun kereta api, sedangkan PT MRT akan bertindak sebagai Project Management Unit yang memfasilitasi dan memonitor perkembangan pelaksanaan penataan.

"Proyek jangka pendek dan jangka panjang atau quick win yang dimiliki MITJ sebagai target pencapaian.

"Untuk jangka pendek akan langsung dikerjakan dan ditargetkan selesai pada Maret 2020. "Singkat William.

Dijelaskannya, untuk target jangka pendek meliputi penataan empat stasiun yang akan menjadi visual awal dari gambar keseluruhan proyek kongsian BUMN-BUMD ini, dan pengintegrasian akan dilakukan pada stasiun Tanah Abang, Sudirman, Senen dan Juanda. 

William juga menegaskan untuk pencapaian target jangka panjang pengintegrasian akan dilakukan pada rute, pengelolaan, kartu dan karcis masuk, kedepannya MITJ akan menjadi penyedia jasa dan Pemprov DKI Jakarta sebagai pengendali.

"Kita berharap nantinya para penyedia transportasi swasta seperti ojek online akan diintegrasikan pada target jangka panjang yang kami yakini dapat menjadi kunci penata lalu lintas masuk dan keluarnya kendaraan di sekitar stasiun,"paparnya.

2 dari 2 halaman

Kawasan Terintegrasi

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Kadishub Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Dirut MRT Jakarta William P. Sabandar, dan Dirut KAI Edi Sukmoro yang disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Kementerian BUMN.

"Perjanjian hari ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pengelolaan sistem moda transportasi yang terintegrasi guna membentuk sebuah perusahaan patungan dengan nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). "Terang Dirut PT KAI Edi Sukmono.

Edi berkeyakinan, bersama Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta, PT KAI akan mengembangkan kawasan stasiun dan mengintegrasikan transportasi kereta api di ibukota.

"Kami optimis langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kemacetan dan memberikan nilai lebih untuk kawasan DKI Jakarta. "Jelas Edi Sukmoro.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait