Tempat Ibadah Dirusak, Polisi Minta Warga Sumsel Tak Terprovokasi

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 09 Mar 2018, 07:43 WIB
Diperbarui 09 Mar 2018, 08:33 WIB

Liputan6.com, Sumatera Selatan - Kapolres Ogan Ilir, Akbp. Gazali Ahmad, meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pengungkapan kasus perusakan kapel atau gereja kecil, Santo Zakaria di Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada kepolisian.

Seperti dtayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (9/3/2018), sisa kerusakan masih terlihat di gereja Santo Zakaria yang baru direnovasi ini dirusak oleh sejumlah orang yang tidak dikenal. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk penyelidikan, Kapolres Ogan Ilir Akbp. Gazali Ahmad, menyatakan gereja ini sudah lama berdiri dan tidak pernah ada masalah yang mengemuka.

"Sejak tahun 2000 berdirinya tempat ibadah ini tidak ada permasalahan," jelas Kapolres Ogan Ilir Akbp. Gazali Ahmad

Saksi mata menuturkan, perusakan yang berlangsung dini hari dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga bukan berasal dari Desa Mekarsari.

"Ada empat motor dan delapan orang tak dikenal," kata warga Petrus Juadi.

Polisi mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dan tetap menjaga toleransi antar umat beragama. Karena selama ini warga di daerah ini telah hidup rukun berdampingan satu sama lain.

"Warga mengatakan tidak pernah ada konflik disini. Kita akan cari motif dari kejadian ini dan semoga pelaku cepat tertangkap," ujar Kapolres Ogan Ilir Akbp. Gazali Ahmad.

Kapolres meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pengungkapan kasus pada polisi serta tidak tidak terprovokasi.