Depo Pertamina Tasikmalaya Bocor, Lahan Pertanian Warga Terancam

Oleh Yusron Fahmi pada 09 Mar 2018, 04:30 WIB
Diperbarui 09 Mar 2018, 04:57 WIB

Fokus, Tasikmalaya - Kebocoran minyak di Depo Pertamina Tasikmalaya dipastikan akan mematikan lahan pertanian warga di sekitar lokasi.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (9/3/2018), kebocoran minyak tersebut mengakibatkan seluruh tanaman menjadi tercemar. Pihak Pertamina berjanji akan mengganti rugi seluruh kerugian warga sebagai dampak dari kebocoran yang disebut tidak berbahaya.

Area persawahan milik warga di sekitar lokasi kebocoran minyak kini tampak tercemar minyak, khususnya solar. Bahkan di sejumlah titik tampak minyak menggumpal dan tanaman berminyak.

Kondisi serupa tampak di kolam-kolam ikan milik warga. Sejumlah ikan tampak mati mengambang di permukaan kolam karena keracunan minyak. Demikian pula ternak warga.

Sedikitnya empat ekor bebek milik warga ditemukan mati mendadak yang diduga akibat mengkonsumsi air yang telah bercampur solar.

"Ternak-ternak juga pada mati. Ada empat ayam telurnya berkurang sekarang," kata warga pemilik kolam ikan Maman.

Sementara itu pihak Pertamina membantah telah terjadi kebocoran minyak dari pipa Pertamina. Minyak yang tampak mencemari lahan pertanian warga bersumber dari adanya rembesan gumpalan atau film minyak saat pembersihan tangki pendam dilakukan.

"Bukan kebocoran pipa. Kami membersihkan tangki pendam kemudian pemisahan zat cair dan padat. Di situlah mungkin karena kondisi cuaca hujan sehingga terjadi rembesan film," jelas Unit Manager dan CSR MOR III Pertamina Dian Hapsari Firasati.

Hingga Kamis (8/3), tampak sejumlah petugas dari Pertamina telah mendatangi lokasi yang tercemar untuk membersihkan minyak dari area persawahan dan irigasi warga. Caranya dengan mindahkan minyak ke drum-drum Pertamina menggunakan busa dan carian penyerap minyak.

Diharapkan dalam dua hari ke depan minyak yang mencemari area pertanian dan permukiman warga bisa dibersihkan seluruhnya. Pertamina sendiri menjamin minyak tersebut tidak berbahaya dan menjanjikan ganti rugi kepada warga akibat insiden ini.