Jokowi Kembali Didesak Bentuk TGPF Usut Tuntas Kasus Novel Baswedan

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 01 Mar 2018, 08:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel terus bergulir.

Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Kamis (1/3/2018), upaya polisi mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan belum juga membuahkan hasil. Meskipun puluhan saksi sudah diperiksa dan sketsa pelaku sudah dibuat.

Hal ini membuat desakan agar presiden membentuk TGPF kasus Novel makin menguat.

Staff Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi menyatakan, presiden Jokowi secara khusus akan memanggil Kapolri sebelum memutuskan membentuk TGPF atau tidak.

"Pak Kapolri akan dipanggil untuk ditanyakan sejauh mana penyelidikan yang sudah didapat terkait penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Concern presiden adalah kasus ini harus diungkap dicari siapa pelakunya," jelas Staff Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.

Setelah menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan, Novel Baswedan kembali ke tanah air. Meski demikian, Novel masih fokus pada proses penyembuhan matanya dan belum dapat efektif bekerja kembali di KPK. Rencananya, operasi tahap dua akan dilakukan April mendatang.