Novel Baswedan Tunggu Kebijakan Jokowi soal Tim Pencari Fakta

Oleh Moch Harun Syah pada 25 Feb 2018, 13:22 WIB
Menuju Rumah, Novel Baswedan Dikawal Ketat

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Novel menambahkan, dibentuk atau tidaknya tim independen mengungkap kasusnya sepenuhnya berada di tangan presiden.

"Kita lihat ya, Pak Presiden kan tentunya memiliki kebijakan-kebijakan yang nanti tentunya dipikirkan terlebih dahulu. Ya kita lihat nanti," kata Novel berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Minggu (25/2/2018) siang.

Novel Baswedan pun meyakini sampai sejauh ini Presiden Jokowi pasti memiliki alasan kuat terkait belum dibentuknya tim independen.

"Ya Pak Presiden kan pastinya punya alasan-alasan, pertimbangan matang," imbuh dia.

Novel menyebut belum ada undangan atau kabar dari istana soal rencana dibentuknya tim independen itu sendiri.

"Belum ada. Ya sabar nanti pak Presiden kan punya wewenang," Novel Baswedan memungkasi.

2 of 2

Abraham Samad Desak Bentuk TGPF

Menuju Rumah, Novel Baswedan Dikawal Ketat
Penyidik KPK, Novel Baswedan (tengah) berjalan menuju kediaman di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (22/2). Novel kembali dalam proses pemulihan sambil menunggu jadwal operasi tahap kedua. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, mantan Ketua KPK Abraham Samad mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi, segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk ungkap kasus penyerangan menggunakan air keras terhadap Novel Baswedan.

Abraham mengatakan, kasus Novel Baswedan mandek. Sepuluh bulan berlalu, pelaku juga belum tertangkap. Ia pun memberikan solusi agar kasus ini tak lagi berlarut-larut.

"Kami meminta segera mungkin membuat Tim Gabungan Pencari Fakta," ujar dia, Kamis 22 Februari 2018.

Menurut Abraham, pembentukan TGPF sangat mendesak sebagai jalan keluar mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

"Tidak ada jalan lain. Saya yakin kalau tidak ada TGPF kasus ini akan hilang begitu saja seperti pegawai sebelumnya," ungkap dia.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendorong pemerintah membentuk TPGF.

"Inilah cara untuk mengungkap pelakunya," tegas dia.

Tak hanya itu, Abraham juga berpesan kepada mantan pegawainya terdahulu. Ia meminta KPK semakin garang terhadap koruptor.

"Yang terjadi pada Novel Baswedan jangan menciutkan nyali KPK," tutup Abraham.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by