Letusan Gunung Sinabung Tak Ganggu Aktivitas Bandara Kualanamu

Oleh Rinaldo pada 20 Feb 2018, 07:34 WIB

Fokus, Sumatera Utara - Ratusan warga asal Desa Naman mengungsi ke daerah Jambur di Desa Ndeskati, Senin siang. Mayoritas dari pengungsi adalah kaum ibu dan anak-anak. Desa Naman sebenarnya tidak masuk dalam zona merah. Namun warga mengaku tetap memilih mengungsi karena takut dengan letusan susulan Gunung Sinabung.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (20/2/2018), tercatat ada 600 hingga 800 warga Desa Naman berada di pengungsian sementara. Sebagian, terutama kaum pria masih bertahan di desa mereka.

"Kita arahkan warga ke pengungsian di sini, dan ada juga warga yang sudah mengetahui tentang gunung masih berjaga-jaga dirumah mereka," kata Rencana Sitepu Kepala Desa Naman.

Sementara itu, letusan Gunung Api Sinabung tidak mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang sepanjang Senin. Seluruh aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Kualamu berjalan normal.

Menurut pihak otoritas bandara, erupsi Sinabung kali ini tidak berdampak pada aktivitas penerbangan lantaran hembusan abu vulkanik tidak mengarah ke bandara.

Namun otoritas bandara terus memantau tiupan arah angin yang membawa abu vulkanik sehingga penutupan aktivitas penerbangan bisa dilakukan sewaktu-waktu bila dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.