Hujan Deras, Jokowi Pantau Proyek Persawahan di Gowa Sulsel

Oleh Fauzan pada 15 Feb 2018, 20:56 WIB
Diperbarui 15 Feb 2018, 20:56 WIB
Jokowi bersama Gubernur Sulawesi Selayan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau salah satu proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa ( Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Gowa - Setelah menyerahkan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta sertifikasi profesi untuk para guru di Kabupaten Gowa, Presiden Jokowi meninjau salah satu proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018).

Di bawah guyuran hujan lebat, Jokowi yang mengenakan jas hujan berwarna biru tua melihat langsung kegiatan pembangunan proyek tersebut. Dia tampak didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Proyek padat karya tunai itu membangun jalan produksi sepanjang 1.040 meter dengan lebar tiga meter. Pembangunan jalan ini dikerjakan oleh 50 masyarakat dan kelompok tani dengan biaya sekitar Rp 600 juta.

Selain itu, ada pula pembangunan irigasi persawahan dengan membangun saluran air. Proyek irigasi itu dibangun dengan tenaga kerja sebanyak 150 orang dan menghabiskan dana sebesar Rp 675 juta.

2 dari 2 halaman

Tiap Daerah Berbeda

jokowi
Presiden Jokowi menyerahkan PKH dan KIP di Lapangan Syech Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018). (Liputan6.com/Fauzan)

Jokowi mengungkapkan, selain di Desa Panyangkalang, proyek padat karya tunai juga ada di 380 lokasi lain yang ada di Sulawesi Selatan.

"Ada berupa irigasi. Ada berupa jalan persawahan untuk mempermudah produksi. Dan kita harapkan saluran irigasi sekundernya sudah bagus. Nanti tersiernya baik sehingga terjadi peningkatan produksi," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, lanjut dia, untuk upah yang diterima berbeda-beda antardaerah. Di Kabupaten Gowa misalnya, upah untuk tukang Rp 125 ribu per hari dan pembantunya Rp 85 ribu.

"Di Kabupaten Gowa standarnya seperti itu. Yang jelas mengikuti standar yang ada, sehingga jangan sampai merusak pasar. Memang dibandingkan di Jawa Tengah itu hanya Rp 100 ribu per hari. Di lain tempat, di Sumbar Rp 110 ribu per hari. Jadi jangan dibanding-bandingkan,” tutur Jokowi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Lanjutkan Membaca ↓