Usai Longsor Jalur Puncak Sepi

Oleh Achmad Sudarno pada 10 Feb 2018, 15:36 WIB
Diperbarui 10 Feb 2018, 15:36 WIB
jalur puncak
Perbesar
Jalur Puncak, Bogor, Jabar. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Arus lalu lintas usai longsor di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat lancar, Sabtu (10/2/2018) siang ini. Padahal akhir pekan sebelum longsor, jalur ini mulai dipadati kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak sejak pukul 06.00 WIB. Bahkan polisi memberlakukan satu arah menuju kawasan wisata Puncak.

Namun sejak pukul 06.00 hingga 13.00 WIB, tidak ada penumpukan kendaraan di jalur Puncak ini. Kendaraan dari kedua arah mengalir lancar dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Begitu pula di simpang Gadog hingga Tanjakan Selarong, yang biasa menjadi langganan macet, hari ini terpantau lancar.

Kepadatan hanya terjadi di Simpang Gadog, akibat keluar masuk kendaraan warga setempat. Itu pun tidak sampai menimbulkan penumpukan.

Kemudian di Pasar Cisarua dan simpang Taman Safari Indonesia, yang menjadi langganan kemacetan, hari ini ramai lancar.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama menuturkan, lalu lintas di jalur Puncak masih lenggang sejak terjadinya longsor di beberapa titik lokasi kawasan Puncak pada Senin 5 Februari 2018. Kendaraan yang melintas didominasi warga setempat.

"Mungkin ada dampak dari pengerjaan jalur di Puncak selama 10 hari, sehingga masyarakat luar Bogor enggan ke Puncak," kata Hasby.

 

2 dari 2 halaman

Hanya 7 Km

jalur puncak
Perbesar
Jalur Puncak, Bogor, Jabar. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Selama pengerjaan perbaikan tebing dan jalan yang longsor, jalur Puncak ditutup selama 10 hari terhitung mulai Selasa 6 Februari 2018. Penutupan jalur dari arah Jakarta dimulai di Gunung Mas, Kabupaten Bogor. Sedangkan dari arah Cianjur jalur ditutup di Ciloto, Cianjur.

"Jalan yang ditutup hanya sekitar 7 kilometer dari arah bawah Gunung Mas hingga Ciloto," kata dia.

Dengan demikian, kendaraan dari arah Jakarta masih tetap bisa melintas menuju daerah Gadog, Cipayung, Megamendung, Pasar Cisarua, Cibeureum, hingga Desa Tugu.

Hasby memperkirakan, masyarakat sudah banyak yang mengetahui jika ada titik jalur di kawasan Puncak ditutup, sehingga sebagian kendaraan memilih menggunakan jalur alternatif Sukabumi dan Jonggol.

"Sebagian besar lewat dua jalur alternatif itu. Untuk antisipasi kemacetan di sana personel ditambah," kata dia.

Sepinya lalu lintas di jalur Puncak ditanggapi beragam oleh masyarakat di kawasan Puncak.

"Jalur ga macet. Kalau macet jadi males kemana-mana," ujar Sodikin, warga Citeko, Cisarua.

Berbeda dengan Husniah, sejak kawasan Puncak dilanda banjir dan longsor membuat penjualannya terus merosot karena sepinya wisatawan yang berkunjung ke wilayah Puncak.

"Sudah lima hari ini sepi mas. Ada yang beli tapi kebanyakan pakai motor," tutur pedagang oleh-oleh di rest area Cibogo, Megamendung.

Lanjutkan Membaca ↓