Polisi Akan Panggil Kontraktor terkait Longsor Bandara Soetta

Oleh Ady Anugrahadi pada 06 Feb 2018, 18:42 WIB
Diperbarui 08 Feb 2018, 18:13 WIB
Proses Evakuasi Mobil Tertimbun Longsor di Underpass Bandara Soetta

Liputan6.com, Jakarta - Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab longsor di jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Penyidikan akan dilakukan dengan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut.

Syafruddin mengatakan, polisi bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi adanya kesalahan prosedur terkait longsor ini.

"Polri dan KNKT sudah turun," ucap dia, Selasa (6/2/2018).

Sejauh ini, dia melihat adanya kegagalan konstruksi akibat strtuktur tanah. Karena itu, dia akan segera memanggil pihak kontraktor.

"Pasti (kami akan panggil). Tapi masih menunggu KNKT," ujar dia.

"(Longsor) ini masalah alam. Tapi di sini ada kontruksi yang berkaitan dengan struktur tanah dan perlu diperhitungkan kembali bagi para pemimpin proyek yang mempunyai tanggung jawab terhadap proyek itu," Syafruddin menandaskan.

2 of 2

Penjelasan Waskita Karya

Proses Evakuasi Mobil Tertimbun Longsor di Underpass Bandara Soetta
Suasana proses evakuasi mobil yang tertimbun longsor di Underpass Perimeter, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Selasa (6/2). Selain membersihkan longsor, alat berat juga dikerahkan untuk mengevakuasi mobil yang tertimbun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah melakukan investigasi terkait penyebab longsornya underpass Perimeter Bandara Soekarno-Hatta. Longsor sendiri terjadi Senin kemarin sekitar pukul 17.00 WIB.

Demikian disampaikan Corporate Secretary WSKT Shastia Hadiarti ketika dikonfirmasi Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

"Untuk saat ini kami sedang mengkaji penyebab dan melakukan investigasi. Kami juga melakukan pengamanan di lokasi longsor bekerja sama dengan pihak terkait," ungkapnya.

Sementara itu, dia mengatakan, perseroan akan bertanggung jawab pada korban longsor tersebut. Dia menyebut, perseroan akan memberikan santunan pada korban.

"Kalau untuk korban jiwa saat ini sedang proses pemberangkatan ke Serang dan akan memberikan santunan," ujar dia.

Ia menyebut santunan tersebut akan diberikan kepada dua korban. Meski, pihaknya belum merinci jumlah santunan yang diberikan. "(Santunan) dua-duanya," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓