Longsor Puncak, Polri Masih Evakuasi Korban

Oleh Anendya Niervana pada 05 Feb 2018, 14:29 WIB
Diperbarui 05 Feb 2018, 14:29 WIB
Longsor Terjadi di Tiga Titik, Arus Lalu Lintas Puncak Dialihkan
Perbesar
Longsor Puncak Bogor, Jawa Barat, terjadi di empat titik. (Foto: Lantas Bogor)

Liputan6.com, Jakarta - Ada empat titik longsor Puncak yang membuat akses jalur menuju Cianjur, Bandung, dan sekitar ditutup total. Saat ini, Polri bersama sejumlah pihak masih mengevakuasi warga yang tertimpa longsoran.

"Saat ini sudah dilakukan penutupan jalan, kemudian dilakukan upaya-upaya evakuasi bagi warga-warga yang tertimpa," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).

Polisi juga melakukan pengaturan lalu lintas di empat titik lokasi longsor Puncak. Keempat titik itu masih ditutup karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Menurut dia, ada 100 personel yang dikerahkan menuju daerah Cisarua baik untuk mengevakuasi warga maupun mengamankan lalu lintas.

Selain itu, Polri bersama lembaga terkait terus mempelajari data longsor Puncak di masa lalu sebagai bentuk antisipasi.

"Kalau untuk menentukan itu daerah longsor yang akan terjadi itu belum ada ya. Tapi kalau yang sudah pernah ada itu kemudian menjadi catatan menjadi data polisi bahwa daerah itu potensi longsornya bisa muncul kembali," jelas Martinus.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pantau 1 Bulan ke Depan

Kombes Martinus
Perbesar
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul berbicara soal penanganan longsor Puncak. (Liputan6.com/Anendya Niervana)

Dia menambahkan Polri terus menjalin komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama satu bulan ke depan. Mengingat cuaca masih tidak menentu.

"Kalau kerja sama itu tetap kita lakukan. Apa yang bisa muncul kemudian bisa menjadi antisipasi pihak Polri," papar Martinus.

Pencegahan yang akan dilakukan polri terkait dengan upaya perlindungan. "Pada umumnya kan polri melakukan upaya-upaya pemberian perlindungan," tutup Martinus.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya