2 Mahasiswa Pendorong Ibu Hamil di Yogyakarta Serahkan Diri

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 30 Jan 2018, 12:48 WIB

Patroli, Yogyakarta - Dua mahasiswa Bantul, Yogyakarta, menyerahkan diri kepada polisi usai berupaya membunuh seorang mahasiswi yang tengah hamil. Para pelaku nekat melakukan aksi karena korban menuntut dinikahi.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (30/1/2018), peristiwa bermula saat Senin dini hari, SK, mahasiswi perguruan tinggi negeri di Solo, Jawa Tengah, diajak berwisata ke Pantai Parangtritis oleh sang kekasih.

Kemudian SK didorong dari jembatan setinggi 20 meter hingga tercebur ke aliran Sungai Opak, Kecamatan Kretek, Bantul. Untuk mengecoh petugas, pelaku juga ikut menceburkan sepeda motor korban ke sungai.

Beruntung, korban yang diduga tengah hamil tujuh bulan, tersangkut sampah yang terhambat di pondasi jembatan dan dapat diselamatkan warga. Korban yang merupakan warga Bayat Klaten, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kretek.

Kapolsel Kretek, Kompol Leo Fasak, yang menangani kasus ini mengatakan mereka sudah lama berpacaran. Terkait pengakuan korban yang hamil tujuh bulan, Leo akan menunggu hasil dari tim medis. "Ya itu latar belakangnya selama ini mereka berpacaran. Dari korban mengaku sedang hamil tetapi saya masih menunggu hasil dari puskesmas bagaimana. Nanti ke depan kita akan tau bersama," kata Kompol Leo Fasak.

Tak berselang lama usai kejadian, dua mahasiswa berinisial AA dan YR mendatangi Mapolsek Ajibarang Banyumas untuk menyerahkan diri. Kepada polisi keduanya mengakui telah membunuh SK, lantaran korban menuntut untuk dinikahi oleh salah satu pelaku berinisial AA karena postif hamil.

Menurut Ipda Supriyadi, Kanit Resmob Polres Bantul, lewat keluarga pelaku sudah menyatakan ingin serahkan diri ke pihak berwajib. "Pelaku ini tadinya mau pergi ke Jakarta dengan menumpang bus. Akhirnya kita melakukan pengejaran. Singkat cerita pelaku menghubungi keluarganya. Dia beritikad ingin menyerahkan diri," terangnya.

Pelaku kemudian dibawa Tim Resmob Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.