Putuskan Berhijrah, Ratusan Orang Ikuti Hapus Tato Gratis

Oleh Muhammad Ali pada 28 Jan 2018, 08:35 WIB
Diperbarui 28 Jan 2018, 10:42 WIB

Liputan6SCTV, Jakarta - Keinginan untuk kembali menata keimanan yang sempat rapuh, serta menyempurnakan ibadah agar menjadi lebih sempurna, membuat ratusan orang yang memiliki seni merajah tubuh ingin menghapus tatonya. Difasilitasi oleh Islamic Medical Service, 250 orang pemilik tato, kemarin Sabtu 27 Januari 2018 mengikuti kegiatan menghapus tato secara gratis di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Minggu (28/1/2018), proses penghapusan tato kali ini, diakui tidak terlalu menyakitkan dibandingkan saat merajah tubuh, ketika membuat tato. 250 orang pemilik tato, Sabtu pagi hingga siang, memadati halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menghapus tato.

Sebelum dihapus, para pemilik seni rajah tubuh ini diwajibkan melampirkan hasil cek kesehatan dari instansi kesehatan resmi yang menyatakan bebas dari sejumlah penyakit, seperti hepatitis A dan B, TBC, HIV/AIDS, serta gula darah tidak kurang dari 70 miligram per dL dan kurang dari 200 miligram per dL.

Penghapusan tato dilaksanakan dengan menggunakan sejenis alat laser proses penghilang tato yang berlangsung selama hampir tiga puluh menit. Menurut Joko Hadi Siswanto, salah seorang peserta, alasan dirinya menghilangkan tato karena kesadaran diri untuk berhijrah menjadi seorang muslim yang baik.

Acara hapus seni merajah tubuh ini digelar secara gratis dan diifasilitasi oleh Islamic Medical Service (IMS), dengan maksud untuk membantu masyarakat, khususnya umat Islam yang ingin menghilangkan tato, karena biaya untuk menghapus tato di rumah sakit cukup besar.

Diakui Sahid, selain dihapus tatonya, mereka juga akan diberikan pendampingan agama untuk menjadi seorang muslim yang baik.

Program hapus tato gratis yang sudah berlangsung sejak tahun 90-an itu disambut antusias pemilik tato. Dari data yang dimiliki IMS, sedikitnya sudah ada 500 orang yang antre untuk dihapus tatonya.