Cerita JK Kala Jadi Aktivis dan Mulai Buka Usaha

Oleh Fauzan pada 26 Jan 2018, 13:55 WIB
Diperbarui 26 Jan 2018, 13:55 WIB
Jusuf Kalla

Liputan6.com, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menceritakan masa-masa menjadi aktivitis saat menjadi mahasiswa. Bersama dua orang lainnya, ia menjadi penggerak aksi mahasiswa kala itu.

Hal tersebut disampaikan JK di depan ratusan mahasiswa Universitas Fajar (Unifa), Makassar, Sulawesi Selatan, saat meresmikan gedung baru milik Universitas Fajar (Unifa) di Jalan Prof Bassalamah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kita ini generasi tahun 60-an. Kalau zaman dulu di Makassar ini. Saya, Alwi, dan Aksa, bertiga menggerakkan gerakan kemahasiswaan sebagai aktivis," kata JK dalam pidatonya, Jumat (26/1/2018).

Akan tetapi, kemudian mereka balik jadi gerakan ekonomi. Saat tiga sahabat itu menyelesaikan pendidikan mereka di universitas, mereka mulai fokus membangun usaha mereka.

"Begitu selesai masa kemahasiswaan, saya bertiga ini masuk ke dunia usaha dan tentu semangat kemahasiswaan tetap ada, tapi tujuannya berbeda. Bukan lagi mengkritisi pemerintah atau apa pun, tapi tujuannya membangun, sama-sama masyarakat dan pemerintah," jelas dia.

Usaha yang dibangun ketiganya kini menjadi usaha besar di Sulawesi Selatan. Jusuf Kalla dengan PT Hadji Kalla, Alwi Hamu dengan perusahaan media Fajar, serta Aksa Mahmud dengan PT Bosowa.

"Walaupun mula-mulanya semua satu dengan saya, kemudian timbul tiga usaha. Saya Haji Kalla, Aksa Bosowa, dan Alwi Fajar," papar JK.

2 dari 2 halaman

Berlomba Gedung Tertinggi

Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. (Liputan6.com/Fauzan)

Akan tetapi, kini usaha masing-masing tiga sahabat itu bukan lagi berlomba siapa yang paling besar di antara ketiganya. Sambil bercanda, JK mengungkapkan bahwa ketiga usaha itu saat ini bertanding siapa yang memiliki gedung tertinggi di Kota Makassar.

"Selalu bertanding mana gedung yang paling tinggi. Dan selalu Alwi mengklaim gedungnya paling tinggi karena ada antenanya itu," ucap JK bersambung gelak tawa para undangan dan mahasiswa.

Maksud dari cerita itu, lanjut JK, ketika menjadi seorang mahasiswa tidaklah melulu soal demo dan mengkritisi pemerintah. Namun, juga tentang bagaimana mencari pengalaman agar menjadi orang sukses.

"Jadi bagaimana suatu kekuatan, suatu pengalaman, suatu semangat. Jangan mahasiswa pekerjaannya demo sampai tidak ada berakhirnya. Kita pada waktunya mulai, pada waktu nya berakhir mari kita mulai tahap baru," ujarnya.

Usai berpidato, Jusuf Kalla lalu didaulat menandatangani prasasti peresmian gedung baru milik Universitas Fajar.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait