Jokowi Siapkan Tiga Langkah Atasi Campak dan Gizi Buruk di Papua

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 24 Jan 2018, 11:57 WIB
Diperbarui 24 Jan 2018, 11:57 WIB
Tekan Wabah Penyakit, Presiden Jokowi Akan Relokasi Warga Asmat

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi menegaskan komitmen menuntaskan masalah penyakit campak dan gizi buruk penduduk di Asmat dan Nduga, Papua. Ia telah menyusun tiga rencana jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan itu.

Yang pertama, kata dia, pemerintah akan membangun infrastruktur jalan menuju distrik dan kampung-kampung di dua Kabupaten tersebut.

"Supaya yang terisolasi tuh jadi terbuka, prosesnya seperi itu," kata Jokowi di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Setelah infrastruktur rampung, sambung Jokowi, pemerintah akan menyiapkan produksi pangan di wilayah tersebut. Dengan begitu, penduduk tidak lagi berpindah-pindah atau nomaden untuk mencari makanan.

"Bupati tadi malam sudah setuju harus ada pertanian, supaya mereka (penduduk) bisa menetap. Kalau sudah menetap gampang," ucap Jokowi.

Kemudian selanjutnya, pemerintah akan menyediakan tenaga medis serta obat-obatan bagi penduduk Asmat yang terdampak campak dan gizi buruk. Tentunya, kata Jokowi, hal itu juga harus dibarengi sosialisasi manfaat vaksinasi ke seluruh penduduk.

"Mereka banyak yang tidak mau di vaksin. Ini fakta lapangannya ya," terang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

2 dari 2 halaman

Urungkan Relokasi

7.230 Anak Asmat Terindikasi Wabah Campak dan Gizi Buruk
Warga Kabupaten Asmat yang terkena wabah campak dan gizi buruk (Liputan6.com / ist - Nefri Inge)

Jokowi mengurungkan rencana relokasi para penduduk ke daerah yang lebih terbuka. Sebab, mereka menolak direlokasi.

"Ternyata enggak memungkinkan (direlokasi). Karena masalah tradisi, masalah adat, hak ulayat, kan enggak mungkin," kata Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓