Campak Mewabah, TNI-Polri Terus Bantu Evakuasi Warga Asmat

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 24 Jan 2018, 06:33 WIB
Diperbarui 24 Jan 2018, 06:33 WIB

Liputan6.com, Asmat - Operasi penanganan wabah campak dan gizi buruk di daerah Agats, Kabupaten Asmat, Papua, terus dilakukan. Personel TNI dan Polri terus mengirimkan makanan bergizi dan penanganan medis. Rendahnya pengetahuan warga Agats mengakibatkan dua balita pasien gizi buruk akhirnya meninggal, lantaran orang tuanya menolak perawatan rumah sakit.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (23/1/2018). Mengatasi wabah campak dan gizi buruk yang meluas. Personel medis TNI dan Polri terus melakukan evakuasi, terhadap wanita dan balita dari kampung-kampung dari delapan distrik, menuju RSUD Agats. Evakuasi berlangsung dilakukan melalui jalur sungai.

Terhadap balita yang terjangkit campak dan gizi buruk, petugas melakukan penanganan medis. Direktur RSUD Agats menyesalkan keterbatasan pengetahuan warga, yang menolak perawatan medis berupa pemberian infus.

Akibatnya, ada dua balita yang meninggal. Total kini 68 balita usia nol sampai empat tahun yang jadi korban jiwa akibat wabah campak dan gizi buruk.

Pelayanan medis seperti makanan bergizi, obat obatan, dan pakaian dikirimkan oleh personel TNI, Polri dan Kementerian Kesehatan menuju kampung Nakai distrik pulau tiga, Kabupaten Asmat, Papua. Perjalanan ke kampung Nakai, menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh lebih dari satu jam dari Kabupaten Mimika.

Pemeriksaan dilakukan kepada balita dan anak-anak, agar terhindar dari wabah campak dan gizi buruk. Penyuluhan hidup sehat, juga digelar untuk orang tua.