Kemensos dan Kemenkes Kirim Tim Khusus Tangani Gizi Buruk di Asmat

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 20 Jan 2018, 02:37 WIB

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Umum Asmat, Papua masih merawat 600 anak yang menderita campak dan gizi buruk. Wabah campak dan gizi buruk yang dikategorikan kejadian luar biasa ini sudah menyerang 19 distrik dan 240 kampung di Kabupaten Asmat Papua. Kementerian Sosial dan TNI AL juga telah memberikan bantuan untuk menanggulangi wabah campak dan gizi buruk di Asmat.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (19/1/2018), di Rumah Sakit Umum Kabupaten Asmat, Papua. Anak balita masih dalam perawatan medis. Bahkan korban terkena campak dan gizi buruk masih terus berdatangan ke Rumah Sakit tersebut.

Wabah campak dan gizi buruk yang menyerang anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua sudah mencapai 600 anak dan telah dirawat di Rumah Sakit.

Wabah campak dan gizi buruk juga telah menyerang 19 distrik dan 240 kampung di Kabupaten Asmat. Pemerintah setempat menetapkan kejadian ini merupakan kejadian luar biasa dan baru pertama kali terjadi di Kabupaten Asmat.

Para anak-anak tidak melakukan imunisasi dan vaksin secara rutin, dan juga minimnya dokter spesialis yang berada di 16 Puskesmas di Kabupaten Asmat, menjadi penyebab campak dan gizi buruk mewabah.

Sementara, TNI AL pada hari jumat, 19 Januari 2018, mengirim bantuan obat-obatan serta bahan makanan kepada warga Kabupaten Asmat yang terserang wabah campak dan gizi buru.

Pengiriman bantuan ini menggunakan pesawat TNI AL skuadron udara 600 U-6212, dari Bandara Moses kilangin, Timika, ada satu ton bantuan obat-obatan serta bahan makanan yang dikirim.

Rencananya, TNI AL juga akan mengangkut 20 ton bantuan melalui jalur laut laut.

Sementara di Jakarta, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Asmat, untuk memastikan proses penyaluran dan pemulihan penderita campak dan gizi buruk dengan tepat.

Anak-anak yang meninggal dunia akibat terdampak wabah campak dan gizi buruk tercatat 67 anak, dan ratusan anak-anak lainnya dalam kondisi
kritis.