Polisi Selesai Ambil Sampel Balkon Ambruk di Gedung BEI

Oleh Nanda Perdana Putra pada 16 Jan 2018, 20:13 WIB
Diperbarui 18 Jan 2018, 20:13 WIB
Garis Polisi Paska Ambruknya Balkon BEI

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik dari Puslabfor Polri telah selesai olah TKP dan mengumpulkan sampel yang dibutuhkan untuk mencari penyebab utama ambruknya balkon Gedung Bursa Efek Indonensia (BEI). Nantinya, uji laboratorium akan menyimpulkan penyebab utama kecelakaan tersebut.

"Kegiatan di lokasi dinyatakan selesai. Tinggal pembersihan material, itu kompetensi pihak pengelola gedung," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di depan Gedung BEI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Menurut Setyo, untuk Tower I sendiri dapat digunakan normal per hari ini. Sementara Tower II yang menjadi lokasi kejadian, rencananya dapat difungsikan kembali mulai besok Rabu 17 Januari.

"Tower II hari ini masih beberapa tidak bisa lakukan kegiatan karena akses masih terbatas," jelas Setyo.

Pengelola gedung BEI, Farida Riyadi menambahkan, malam ini penyelesaian pembersihan puing bangunan yang runtuh akan maksimal.

"Penyebab (bangunan runtuh) kami belum bisa memberikan stament apapun karena wewenang Puslabfor Polri," kata Farida.

2 dari 2 halaman

Korban Mulai Dipulangkan

Balkon BEI Ambruk
Papan nama-nama korban ambruknya balkon di Tower II Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1). Korban luka tersebut juga dirawat di RS Siloam 32 orang, RSPP 7 orang, dan di RSUD Tarakan 1 orang. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Sebanyak 73 korban insiden ambruknya balkon atau selasar mezanin gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dirawat di lima rumah sakit di Jakarta. Hingga saat ini, 12 korban di antaranya telah dipulangkan dan akan menjalani rawat jalan.

"Dua belas orang sudah pulang, rawat jalan. Tadi malam dua orang di RS Siloam menjalani operasi. Dan hari ini akan ada operasi lagi menunggu keluarga," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Setyo membenarkan bahwa mayoritas korban merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, Sumatera Selatan, yang tengah berkunjung ke BEI. Dalam penanganan kasus ini, Polri juga melibatkan Polda Sumatera Selatan untuk penanganan korban.

"Kalau di bursa efek ini hampir tiap hari ada kunjungan mahasiswa belajar bursa. Jadi, hari-hari memang ramai," tutur dia.

Balkon atau selasar mezanin di Tower 2, Gedung BEI, Jakarta Selatan, tiba-tiba ambruk pada Senin, 15 Januari 2018 sekitar pukul 11.55 WIB. Sebanyak 73 orang yang mayoritas dari rombongan Universitas Bina Darma Palembang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓