3 Korban Balkon BEI Ambruk Diperbolehkan Pulang

Oleh Anendya Niervana pada 16 Jan 2018, 03:18 WIB
Diperbarui 18 Jan 2018, 03:13 WIB
Penjagaan Gedung BEI Ambruk

Liputan6.com, Jakarta - Tiga korban ambruknya balkon gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah diperbolehkan pulang.

"Ada tiga orang di Rumah Sakit Jakarta sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto usai meninjau TKP, Senin, 15 Januari 2018.

Setyo menyebut sebanyak 28 korban berada di RS Siloam, 17 korban di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, 20 korban di RS Jakarta, 7 korban di RS Pertamina, sedangkan sisanya masih dalam pengecekan.

Setyo memastikan bahwa tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kendati demikian, dia menyebut ada beberapa korban yang alami luka parah.

"Korban jiwa tidak ada, cuma ada patah tulang. Tadi yang parah satu, ada patah tulang di selangkang," tutur Setyo.

Setyo berharap kegiatan di BEI bisa kembali berjalan normal seperti biasa pada besok meskipun TKP belum bisa dibenahi.

"Kegiatan di gedung ini besok diharapkan bisa normal kecuali yang ada di TKP," harap Setyo.

Dia juga tak lupa berpesan agar video yang berkaitan dengan insiden balkon BEI ini tidak disebarluaskan atas dasar kemanusiaan.

"Saya tahu ada video beredar, mohon tidak disebarkan karena tidak etis, karena itu (korban merupakan) keluarga kita, kerabat kita, jadi atas dasar kemanusiaan, jangan disebarkan," pesan Setyo.

 

2 dari 2 halaman

RSAL Mintohardjo Belum Izinkan Korban Pulang

Fransiskus Asisi Wiyono bersama beberapa orang membantu korban runtuhnya lantai balkon Gedung BEI
Fransiskus Asisi Wiyono bersama beberapa orang membantu korban runtuhnya lantai balkon Gedung BEI

17 Pasien korban ambruknya balkon Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat. Belum ada yang diizinkan pulang meski sebagian pasien hanya mengalami luka ringan.

"Belum. Konsep kami karena kasusnya kami anggap disaster yang kejadiaannya mendadak dan tiba-tiba, pasti akan ada trauma psikis dan trauma fisik," ujar Kepala RSAL Mintohardjo, Kolonel dr Wiweka, Jakarta Pusat, Senin malam 15 Januari 2018.

Karena itu, lanjut Wiweka, tim dokter RSAL Mintohardjo menginapkan seluruh pasien minimal satu malam. Selanjutnya, para pasien akan diassesment oleh psikiater dan psikolog.

"Di sini konsepnya one day care. Besok kami turunkan tim psikiatri dan psikolog untuk assesment lanjutan terkait dengan traumanya untuk 17 orang," kata dia.

Wiweka menuturkan, rata-rata pasien mengalami trauma di beberapa bagian. Di lihat dari rekaman CCTV detik-detik ambruknya balkon BEI, pasien diduga kuat mengalami benturan di beberapa anggota tubuhnya.

"Jadi beberapa bagian mengalami trauma. Tapi paling banyak di daerah tangan, kemudian kaki, pinggul dan tulang belakang," ucap dia.

Dia memastikan, seluruh pasien dalam kondisi stabil dan sadar. Rencananya, terdapat empat pasien yang akan dioperasi malam ini. Hanya saja satu di antaranya masih diobservasi terlebih dulu dan menunggu persetujuan dari pihak keluarganya.

"Tentunya kami dalam melakukan tindakan memakai kaedah dan sop yang berlaku. Tentu harus ada izin dari pihak keluarga. Itu wajib," tegas Wiweka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓