Saksi Robohnya Balkon BEI: Saya Kirain Satu Gedung Roboh

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 15 Jan 2018, 17:26 WIB
Diperbarui 17 Jan 2018, 17:13 WIB
Lantai Balkon Tower II BEI Ambruk (Liputan 6)

Liputan6.com, Jakarta - Tetty Siahaan (50), seorang karyawan swasta, sempat mendengar suara gemuruh sesaat sebelum ambruknya balkon di lantai 1, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Tetty menuturkan, ketika itu ia tengah mencari tempat makan siang. Saat ingin keluar gedung, melewati lobi utama, ia mendengar suara bergemuruh. Namun, ia tak menyangka balkon di lantai 1 roboh.

"Suara gemuruh. Saya kirain satu gedung roboh. Enggak tahunya dinding sama balkon," tutur Tetty di RS Siloam, Semanggi, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Tetty mengaku tidak bisa menggambarkan secara detail bagaimana proses ambruknya balkon di lantai 1 itu. Sebab, ketika itu suasananya langsung gelap karena dipenuhi debu tebal akibat reruntuhan balkon.

"Langsung itu di lobi debu semua. Enggak bisa ngelihat, enggak bisa nafas juga," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Sulit Cari Jalan Keluar

Garis Polisi Paska Ambruknya Balkon BEI
Garis polisi dipasang di pintu masuk Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, tempat ambruknya selasar lantai 1, Senin (15/1). Belum diketahui berapa total korban terkait insisden ambruknya selasar lantai 1 gedung BEI. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bahkan, ucap Tetty, ia sempat kesulitan mencari jalan keluar dari lokasi kejadian. Alhasil, ia dan para korban lain merobohkan dinding kayu di salah satu kedai kopi.

"Saya robohin itu tembok Starbucks. Saya ratain baru kita-kita keluar," ucap dia.

Tetty mengaku ia merasakan sakit di kepala dan pinggangnya. Ia pun meminta pihak RS melakukan rontgen.

"Saya maunya dirontgen, kepala pusing, pinggang sakit. Tapi sudah dibolehkan pulang ini," ucap dia.

Saksikan video di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓