Warga Prancis dan Pakistan Turut Gelar Aksi Bela Palestina

Oleh Yusron Fahmi pada 18 Des 2017, 08:21 WIB
Diperbarui 18 Des 2017, 08:21 WIB

Fokus, Paris - Menentang keputusan Presiden Amerika Serikat terkait pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem, ratusan warga berdemonstrasi di pusat Kota Paris, Minggu kemarin. Sementara di Pakistan, ribuan massa turun ke jalan di dua kota terbesar di Pakistan, Karachi dan Lahore, untuk mengecam masalah yang sama.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Senin (18/12/2017), aksi menentang pemindahan Ibu Kota Israel terus berlangsung di pusat kota Yerusalem, akhir pekan kemarin. Untuk membubarkan kerumunan massa, polisi Israel harus melempar granat kejut ke arah para demonstran.

Bahkan, bendera Palestina yang dikibarkan para demonstran dilarang dan direbut paksa petugas kepolisian Israel. Protes terus digelar warga Palestina di Yerusalem, menyusul adanya keputusan Presiden Amerika Serikat yang mendukung dipindahkannya Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Kota Yerusalem.

Di Paris, Prancis, dengan membentangkan bendera Palestina serta berbagai banner dan spanduk, ratusan massa berunjuk rasa di pusat kota. Mereka mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memindahkan Ibu Kota Israel ke Yerusalem. Para demonstran mendesak agar blokade yang diberlakukan di Gaza dihentikan untuk kemerdekaan rakyat Palestina.

Aksi protes yang rencananya akan digelar di Kantor Kedutaan Amerika Serikat di Paris ini gagal, setelah petugas kepolisian setempat melarang para demonstran dan menyarankan aksi demonstrasi dipindah di lokasi lainnya. Namun tawaran tersebut ditolak, para pengunjuk rasa tetap menggelar aksinya di pusat kota.

Sementara di Pakistan, ribuan massa memenuhi jalan protokol di Kota Karachi dan Lahore. Dengan menggunakan bendera Palestina sebagai bentuk dukungan, mereka melakukan longmarch di dua kota di Pakistan tersebut.

Selain itu berbagai spanduk dengan nada kecaman terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mewarnai aksi. Pimpinan Partai Jemaat El Islami Siraj Ul-Haq, menyerukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat sampai ada perubahan pemerintahan Donald Trump mengubah kebijakan mereka terkait Israel.

Para demonstran juga menyerukan untuk memboikot semua produk Amerika di Pakistan. Mereka berharap seluruh negara berpenduduk muslim menyingkirkan segala perbedaa, bersatu dan berjuang untuk membela nasib Palestina.