Sandiaga soal Anggota Tim Gubernur: I Wish I Can Tell You

Oleh Delvira Hutabarat pada 29 Nov 2017, 18:40 WIB
Diperbarui 29 Nov 2017, 18:40 WIB
Sandiaga Uno
Perbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) lolos pada pembahasan RAPBD DKI 2018. Dipastikan anggaran sebesar Rp 28 miliar itu masuk pada APBD 2018.

Namun hingga kini, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawedan dan Sandiaga Uno masih tutup mulut mengenai siapa saja yang akan duduk menjadi 73 anggota tim tersebut.

"Belum ada. I wish I can tell you, tapi saya sendiri juga enggak tahu," ujar Sandi di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Saat ini, Pergub yang mengatur TGUPP sudah diselesaikan oleh Pemprov DKI. Hanya saja, Anies-Sandi belum mau mempublikasikannya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Agus Suradika mengaku hingga kini belum mengetahui siapa saja yang akan menduduki kursi TGUPP itu.

Namun, menurut Agus, salah satunya kemungkinan adalah mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto.

"Ada salah satu bidang antikorupsi (di TGUPP) barangkali ada Pak Bambang (Widjojanto) KPK itu, Beliau kan integritas enggak diragukan," kata Sandiaga Uno.

Diketahui, selain menambah anggaran dan jumlah anggota, Anies juga menambah empat bidang TGUPP. Bidang baru itu adalah Bidang Pengelolaan Pesisir Jakarta, Bidang Pembangunan Ekonomi dan Penataan Kota, Bidang Harmonisasi Regulasi, Bidang Pencegahan Korupsi.

2 dari 2 halaman

Naik 14 Kali Lipat

Anggaran TGUPP melonjak 14 kali lipat menjadi Rp 28,5 miliar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2018. Sementara pada era Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, TGUPP memiliki anggaran Rp 2,3 miliar dengan 15 anggota.

Anggota DPRD DKI fraksi Nasdem mengatakan kenaikan anggaran dan jumlah anggota tim tersebut, mencerminkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak.

Hal tersebut menurutnya berbeda dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang percaya diri dengan kemampuannya sehingga tak membutuhkan banyak masukan dari banyak tim gubenrur.

"Itu Ahok PD, sedangkan yang sekarang butuh banyak mendengar," kata Bestari.

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓