BMKG: Siklon Tropis di Bengkulu, Jakarta Waspada Puting Beliung

Oleh Liputan6.com pada 28 Nov 2017, 16:26 WIB
Diperbarui 28 Nov 2017, 16:26 WIB
Angin Puting Beliung
Perbesar
Ilustrasi angin puting beliung. Foto: (Afandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar warga Jakarta dan sekitarnya mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang akibat dampak siklon tropis Cempaka dan bibit siklon yang terbentuk di wilayah Bengkulu. 

"Jakarta harus waspada karena termasuk area hujan lebat dan angin kencang," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Selain Jakarta, wilayah paling rawan terdampak siklon tropis Cempaka, terutama angin puting beliung adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"BMKG mencatat, ada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur," ucap Dwikorita seperti dilansir dari Antara.

Selain hujan lebat, potensi angin kencang hingga 30 knot juga terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta.

Angin kencang juga berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Laut Jawa, Selat Sunda bagian utara, perairan utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean, Laut Sumbawa.

Potensi angin kencang juga terjadi di Selat Bali hingga Selat Alas, Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba,'" ucap mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) itu. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Timbulkan Gelombang Tinggi 

Dia menjelaskan, siklon tropis Cempaka juga berdampak pada timbulnya gelombang setinggi 2,5 hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur, dan Laut Jawa bagian timur. 

Gelombang tinggi juga diprediksi akan terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga selatan Jawa Tengah.

"BMKG memperkirakan dampak siklon tropis akan berlangsung hingga tiga hari ke depan," Dwikorita menandaskan.  

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya