Punya Uang Jutaan hingga Beli Mobil, 4 Pengemis Ini Bikin Takjub

Oleh Muhammad Ali pada 13 Nov 2017, 17:01 WIB
Diperbarui 13 Nov 2017, 17:01 WIB
Budak Seks Hingga Mengemis, Ini 5 Bentuk Perbudakan Modern
Perbesar
Korban mengatakan, mereka dipaksa mengemis tanpa mendapatkan sepeser pun dari hasil (Ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin mengubah nasib. Tak jarang dari mereka hanya bermodalkan nekat tanpa dibekali keterampilan memadai.

Akibatnya, mereka pun melakoni pekerjaan apa adanya. Ada yang bekerja di sektor informal, bahkan tidak sedikit yang menjadi pengemis di sudut-sudut jalan Jakarta. Mereka meminta belas kasihan pengguna jalan maupun para pengendara, untuk mendapatkan rupiah demi rupiah.

Siapa sangka, di balik "profesi menengadahkan tangan" itu, ternyata mereka berhasil mengumpulkan pundi-pundi hingga jutaan rupiah. Bahkan dari hasil mengemis itu, ada yang mampu membeli mobil dan sejumlah benda berharga lainnya.

Hal tersebut terungkap saat para pengemis itu terjaring dalam operasi petugas dinas sosial. Tak hanya membawa sang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), petugas juga mengamankan barang bukti. Di antaranya emas dan uang puluhan juta rupiah.

Berikut ini deretan kisah-kisah pengemis tajir yang menyimpan harta serta benda berharga lainnya.

 

2 dari 5 halaman

1. Pengemis Kantongi Rp 90 Juta

pengemis Muklis di Dinas Sosial Jakarta
Perbesar
pengemis Muklis di Dinas Sosial Jakarta

Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menahan seorang pengemis yang biasa beroperasi di bawah jembatan layang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Petugas dibuat tercengang, sebab ditemukan uang Rp 90 juta dari pengemis asal Sumatera Barat tersebut.

Pengemis tajir tersebut diketahui bernama Muklis M (64). Dia ditangkap petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Jakarta Selatan, Selasa 11 Oktober 2016. Saat ditangkap petugas Dinsos, Muklis tampak tidak membawa uang.

"Namun, setelah digeledah ternyata terdapat uang pecahan seratus ribu mencapai Rp 80 juta. Sedangkan uang Rp 10 juta sisanya terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribuan. Ditambah pecahan receh kecil sebanyak 250 ribu," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin, di Jakarta, Selasa 11 Oktober 2016.

Pengakuan Muklis, kata Mursidin, uang tersebut dia dapat dari hasil mengemis selama enam tahun. "Dia menargetkan uang sebanyak Rp 150 juta, jadi masih kurang Rp 60 juta lagi untuk dibawa pulang," ujar Mursidin.

Uang-uang tersebut Muklis simpan di celana yang memiliki banyak saku atau kantong. "Celana yang dipakai dobel tiga. Ketiga celana mempunyai banyak kantong, dan setiap kantong terisi uang," ujar Mursidin.

Muklis rajin menukarkan uang hasil mengemis ke bank. Setiap Rp 1-2 juta dia tukar dengan uang Rp 100 ribuan.

Petugas sempat curiga dengan uang yang dimiliki Muklis tersebut. Apakah benar hasil mengemis atau dari hal lain. Namun, Muklis naik pitam ketika petugas bertanya hal itu kepadanya.

"Mukhlis marah dan akan memperkarakan petugas ke Polisi, karena uang itu bukan hasil tindak kriminal," Mursidan menjelaskan.

 

3 dari 5 halaman

2. Profesi Pengemis tapi Bisa Beli Mobil

pengemis
Perbesar
Pengemis tajir ini terkena razia satpol PP Banten. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Hanya menjadi seorang pengemis, seorang kakek tua, warga Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, berhasil memiliki penghasilan melebihi pegawai kantoran. Luar biasa, dengan hanya mengemis, sang kakek berhasil mengumpulkan pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan. Karena mengemis juga, si kakek bisa membeli mobil.

"Sudah belasan tahun saya ngemis di Cilegon dan Serang. Alhamdulillah saya punya kreditan mobil pikap dan motor yang mesinnya gede itu (Yamaha Satria F)," kata Amat di Kantor Satpol-PP Kota Serang, Banten, Selasa 9 Desember 2014.

Pengemis ini terjaring razia yang dilakukan Satpol-PP Kota Serang di perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten

"Setiap hari minimal Rp 100 ribu. Kalau hari libur bisa Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Lumayan buat bayar cicilan mobil sama motor. Mobil aja DP-nya Rp 15 juta, cicilannya Rp 3 juta. Motor DP-nya Rp 4 juta, cicilannya Rp 900 ribu per bulan. Jadi per bulannya harus Rp 4 juta buat bayar kreditan," terang Amat.

Selain memiliki mobil dan motor, Amat pun memiliki lio atau tempat pembuatan batu bata merah dari hasil mengemisnya. "Saya memiliki 7 orang anak, mobil dan motor dipakai anak yang tinggal di Tangerang. Sekarang saya tinggal di kontrakan di daerah Ciwaktu (Kota Serang)," jelas dia.

 

4 dari 5 halaman

3. Mobil Sedan dan Kartu Kredit

Kartu Kredit
Perbesar
Ilustrasi Foto Kartu Kredit (iStockphoto)

Seorang pengemis tajir dicokok saat razia gelandangan dan pengemis di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Saat razia Sabtu sore kemarin, ada pengemis yang setelah diperiksa ternyata memiliki mobil sedan, kartu ATM, dan kartu kredit. Selain itu juga ada beberapa pengemis lainnya yang terjaring," ucap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana di Sampit, seperti dikutip Antara, Minggu 12 Juni 2016.

Pengemis tajir itu adalah Arif Komady yang mengaku berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pengakuan itu didukung bukti sedan miliknya yang menggunakan nomor polisi Kalimantan Selatan.

Arif dan dua pengemis lainnya terjaring saat Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, menggelar razia di kawasan Taman Kota dan ikon kota Patung Jelawat.

Kepada petugas, Arif mengaku datang ke Sampit bersama istri dan anaknya dengan tujuan mengemis. Cacat fisik yang diderita Arif menjadi modal untuk mencari banyak uang memanfaatkan rasa iba para dermawan.

Namun siapa menyangka, Arif ternyata bukanlah pengemis miskin yang meminta-minta untuk berjuang agar tidak kelaparan. Arif justru dapat dikatakan mampu secara materi dengan bukti mobil, kartu ATM, dan kartu kredit yang dimilikinya.

 

5 dari 5 halaman

4. Pengemis Punya Emas

Temuan emas (1)
Perbesar
Ilustrasi emas batangan. (Sumber Twitter/@allthingsbus)

Deretan pengemis tajir lainnya adalah Sri. Wanita 43 tahun itu terjaring dalam operasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jembatan Penyeberangan Orang Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

Dalam operasi itu, petugas mendapatkan emas dan uang sekitar Rp 23 juta dari sang pengemis. Uang tersebut diduga berasal dari usaha mengemisnya.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Susana Budi Susilowati mengatakan, petugas mendapatkan sejumlah emas, uang kertas Rp 22.750.000 dan uang receh Rp 313.900. Total berjumlah Rp 23.063.900 dari pengemis tersebut.

"Pada saat itu kami sedang monitor PMKS jalanan di area JPO Kramat Sentiong, dan menyelamatkan seorang ibu, Sri (43) yang sedang mengemis di JPO tersebut," katanya dalam keterangan tertulis, Senin 13 November 2017.

Pengemis itu dijangkau pada Minggu, 12 November 2017, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat dijaring, pengemis tersebut sempat memberontak sehingga pemeriksaan barang secara menyeluruh baru bisa dilakukan di panti.

Saat ini, pengemis tersebut sudah dibawa ke Panti Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat. Petugas juga sudah memeriksa barang bukti yang didapat dari pengemis tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓