Pesan Haru Mahasiswa di Bogor Sebelum Tewas Gantung Diri

Oleh Achmad Sudarno pada 08 Nov 2017, 17:10 WIB
Diperbarui 08 Nov 2017, 17:10 WIB
Surat bunuh diri
Perbesar
Testimoni remaja sebelum akhiri hidupnya dengan bunuh diri (istimewa)

Liputan6.com, Bogor - Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Bogor mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di dalam kamar di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Korban berinisial ACH itu pertama kali ditemukan dua karyawan kafe Muhammad Faisal dan Putri, Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

Awalnya, kedua karyawan tersebut mendatangi sebuah kafe yang menyatu dengan rumah yang dihuni korban. Saat itu, Faisal dan Putri memanggil, tetapi tidak ada jawaban dari korban. Hal ini membuat kedua saksi penasaran.

"Saksi kemudian membuka kaca jendela kamar dan ternyata melihat korban tergantung dengan seutas kain di jendela itu," ujar Kapolsek Bogor Tengah Kompol, Saepudin Gayo.

Warga langsung berdatangan dan memadati lokasi kejadian. Kemudian, aparat Kepolisian Sektor Bogor Tengah mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara.

Gayo mengatakan dari hasil olah TKP ditemukan secarik kertas folio bergaris tak jauh dari jasad korban. Kertas tersebut sebuah tulisan berisi pesan yang ditujukan kepada keluarganya di kampung halamannya di Kupang, NTT.

Surat tersebut isinya meminta maaf kepada keluarganya karena korban terlambat sukses dan terjerumus dalam narkoba, judi, dan pergaulan bebas sehingga membuat korban menderita.

"Dari tubuh korban di bagian leher membiru bekas lilitan kain dan dari kemaluan korban mengeluarkan cairan," kata Gayo.

2 dari 2 halaman

Selidiki Hubungan

Menurut Gayo, polisi masih menyelidiki hubungan antara korban dengan pemilik kafe tersebut. "Sedang didalami," kata dia.

Wahyu, pedagang samping kafe menuturkan korban tinggal bersama saudaranya di rumah yang menyatu dengan kafe itu.

"Setahu saya kalau orangtuanya tinggal di Kupang. Dia di situ tinggal sama tantenya," kata dia.

Menurutnya, korban juga diketahui berstatus mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Kota Bogor.

"Mahasiswa, cuma engga tahu semester berapanya. Saya sering lihat dia lewat," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓