Pemerintahan Jokowi Disebut Fokus Infrastruktur, Begini Reaksi JK

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 02 Nov 2017, 19:03 WIB
Diperbarui 02 Nov 2017, 19:03 WIB
Wapres JK Tinjau Progres Renovasi Stadion Utama GBK
Perbesar
Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) saat meninjau progres renovasi Stadion Utama GBK, Jakarta, Selasa (3/10). Wapres Jusuf Kalla juga meninjau progres renovasi venue yang ada di Kawasan Gelora Bung Karno. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK kembali menyebut nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini terlontar saat menyinggung masalah pembangunan di era Joko Widodo-Jusf Kalla atau Jokowi-JK.

"Pemerintahan itu selalu bersambung. Apa yang dilakukan pemerintahan sebelumnya akan dilanjutkan pemerintahan yang baru. Biasanya, ada jeda 2-3 tahun," kata JK dalam acara Breakfast Meeting Persatuan Wartawan Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (2/10/2017).

"Jadi, apa yang groundbreaking Pak SBY di akhir 2013, diresmikan 2015. Sekarang kita masuk tahun keempat. Jadi, apa yang diawali dulu hasilnya akan mulai nampak pada tahun-tahun ini. Itu, artinya ada kesinambungan," dia mencontohkan.

JK juga menanggapi soal pihak-pihak yang menyebutkan pemerintahan sekarang ini hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

"Walau banyak yang berbicara kita sangat kencang terhadap infrastruktur. Ya yang namanya prasarana, sebelum kita bangun sarana, yang dibangun prasarana dulu. Seperti sebelum bangun kereta, ya bangun rel dulu. Sebelum bangun mobil ya bangun jalan dulu," ujar Wapres.

Mentan Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, pembangunan infrastruktur sangat penting. Karena infrastruktur modal dasar untuk menggerakkan ekonomi.

"Itu semua merupakan prasarana yang dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi ini," JK menandaskan. 

2 dari 2 halaman

Kunci Persaingan Global

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, ada dua kunci untuk memenangkan persaingan global, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dia menuturkan, pembangunan infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk memenangkan persaingan dengan negara lain.

"Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara lain dan memenangkannya kalau infrastruktur kita tertinggal," kata Jokowi saat membuka acara peresmian 'Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi' di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah membangun sejumlah proyek untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Proyek tersebut antara lain, jalan tol, kereta api, bandar udara, hingga pelabuhan.

Jokowi meminta agar para pekerja konstruksi kerja keras mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Lebih dari itu, Jokowi mengatakan pekerja juga harus dibekali dengan kemampuan yang handal dan terlatih.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓