Rapat Internal dengan Jokowi, JK Tetap Tolak Densus Antikorupsi?

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 24 Okt 2017, 10:30 WIB
Diperbarui 24 Okt 2017, 10:30 WIB
Wapres JK Hadiri Perayaan HUT Kaisar Jepang
Perbesar
Wapres Jusuf Kalla memberi kata sambutan saat menghadiri perayaan HUT Kaisar Jepang, Senin (14/12/2015) (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Jokowi untuk menghadiri rapat internal.

Rapat akan membahas rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi Polri.

JK mengatakan semua pihak menunggu saja hasilnya bagaimana, sehingga tidak perlu menebak-nebak.

"Tunggu saja hasilnya itu," kata JK di ruang VVIP Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Saat ditegaskan apakah JK akan menolak sebagaimana yang pernah diungkapkan, dia menyatakan bukan ranahnya memutuskan rapat tersebut.

"Namanya rapat, ada yang disetujui, atau menolak. Bukan saya," ujar JK.

Sebelumnya, JK ingin fokus pemberantasan korupsi dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi cukup biar KPK dulu. Toh sebenarnya polisi, kejaksaan juga masih bisa menjalankan tugas, dan itu bisa. Tidak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu. Tim yang ada sekarang juga bisa," kata JK.

Saksikan vidio pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Fokus Bantu KPK

Dia justru menyarankan agar semua instansi fokus membantu KPK. Namun demikian, JK tak menepis bahwa polisi banyak menangani kasus korupsi.

JK pun menegaskan, jika muncul Densus Antikorupsi, bisa saja akan menimbulkan ketakutan bagi pejabat. Hal itu akan membuat sulit dalam mengambil kebijakan.

"Kalau nanti di seluruh Indonesia sampai kapolres, kapolsek, bisa menimbulkan ketakutan juga bahaya, juga kalau semua pejabat takut ya. Sulitnya walaupun dia tidak korup, takut juga dia mengambil keputusan. Itu yang kita khawatirkan, semua itu," tandas JK.

Lanjutkan Membaca ↓