Peringati Hari Santri, Polisi di Tangerang Pakai Peci dan Sarung

Oleh Pramita Tristiawati pada 23 Okt 2017, 18:18 WIB
Diperbarui 23 Okt 2017, 18:18 WIB
Polresta Tangerang memperingati Hari Santri
Perbesar
Polresta Tangerang memperingati Hari Santri (Liputan6.com/ Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Tangerang - Ribuan polisi di jajaran Polresta Tangerang tampil berbeda dalam memperingati Hari Santri Nasional 2017 yang jatuh pada 22 Oktober. Mereka mengenakan peci dan sarung dalam melakukan tugasnya.

"Anggota di bagian pelayanan dan anggota yang ikut apel Hari Santri mengenakan peci dan sarungan," ujar Kapolresta Tangerang AKBP HM Sabilul Alif, Senin (23/10/17).

Sedangkan untuk Polwan mengenakan kain yang dikerudungkan dan diselempangkan ke pundak. Hal ini membuat suasana di Mapolresta lebih berbeda.

Alif menyampaikan, sarung dan peci identik dengan keseharian kaum santri. Selain itu, sarung dan peci juga memiliki filosofi kesederhanaan dan kesamarataan.

"Saat menggunakan sarung dan peci semua menjadi sama. Tidak ada yang lebih jumawa karena sarung dan peci lambang kepasrahan saat beribadah kepada Tuhan," kata Alif.

Sikap Polresta Tangerang yang tampil berbeda tersebut menuai pujian dari masyarakat.

"Tampil beda, biasanya kan tidak seperti ini atau pakai topi polisi. Tapi katanya ini memperingati Hari Santri, jadi lebih adem," kata Surya, salah seorang warga yang datang ke Polresta untuk membuat SIM. 

2 dari 2 halaman

Pelayanan Normal

Kapolres memastikan, meski mengenakan sarung dan peci, pelayanan di Polresta Tangerang berjalan normal.

Dia mengimbau agar para santri khususnya yang menimba ilmu di Kabupaten Tangerang, untuk meningkatkan keseriusan belajar agar bisa berguna bagi agama, bangsa, negara, dan keluarga.

"Anggota polisi juga banyak yang dari kalangan santri. Bahkan negara ini pernah dipimpin santri yaitu KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Ini bukti antara pesantren dan negara adalah kesatuan yang sempurna," ujar Alif.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓