Status Gunung Agung Awas, KemenPUPR Siagakan Alat Berat

Oleh Gilar Ramdhani pada 26 Sep 2017, 10:20 WIB
Diperbarui 26 Sep 2017, 10:20 WIB
Status Gunung Agung Awas, KemenPUPR Siagakan Alat Berat
Perbesar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan mendirikan Pos Siaga Bencana dan siagakan alat berat.

Liputan6.com, Jakarta Peningkatan status awas terhadap gunung vulkanik Gunung Agung di Bali diantisipasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan mendirikan Pos Siaga Bencana.

Pos tersebut sudah dilengkapi berbagai macam alat berat seperti 6 unit excavator, 4 unit loader, 10 unit dump truck, 1 unit trailer, 1500 unit bronjong, 6 unit crane, 2000 unit geobag, 5 set alat komunikasi, 6 unit genset, dan 10 unit chainshaw. Tak hanya itu mobil truk air (MTA) sebanyak 4 unit, truck armroll 1 unit, kontainer armroll 4 unit, Hidran Umum (HU) 30 unit, WC knockdown 60 unit, Tenda Hunian Darurat (THD) 200 unit dan berbagai instalasi pipa juga disiagakan.

Sebagian alat berat dan sarana air bersih tersebut didatangkan dari gudang Kementerian PUPR di Surabaya dan Bekasi bagi para pengungsi yang dikirim Minggu malam, 24 September 2017.

TRC yang terdiri dari para Sapta Taruna PUPR dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS), Cipta Karya dan Balai Litbang PUPR di Bali berada dibawah komando Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Khalawi AH yang juga bertidak sebagai Ketua Harian Pusat Komando Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR.

Koordinator Pos Siaga Bencana Gunung Agung yakni Kepala BBPJN VIII I Ketut Darmawahana dan Koordinator Lapangan Kepala BWS Bali Penida I Ketut Jayada. Dua Pos Siaga Gunung Agung yakni Pos Utama (PU) yang berlokasi di Balai Wilayah Sungai Bali Penida dan Pos Taktis Lapangan (PT) di Kantor O & P Tukad Unda.

“Saat ini, tim telah bergerak dengan penyiapan pos siaga dan organisasi, inventarisasi infrastruktur PUPR terdampak dan evaluasi kerentanan, penyiapan peralatan dan sumber daya manusia, dukungan sarana prasarana air bersih dan sanitasi, dan penyiapan peringatan dini banjir lahar berbasis prediksi hujan”, jelas Khalawi di Kantor BWS Penida Bali, Senin (25/9).

Saat ini semua tim dalam keadaan siaga dan siap melakukan operasi kemanusiaan termasuk mendukung BPBD Karangasem di lokasi pengungsian. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pengungsi, tim satgas akan memanfaatkan sistem air baku lokal yang ada di daerah Manggis dan Ulakan termasuk memanfaatkan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Penuktukan dan Les.

Bahkan bila diperlukan tim satgas juga akan melakukan pengeboran air tanah dalam demi mendapatkan air bersih.

 

(*)