Krisis Air Bersih, Warga Karawang Gunakan Air Sungai Bercampur Kotoran Sapi

Oleh Muhammad Ali pada 11 Sep 2017, 16:55 WIB
Diperbarui 11 Sep 2017, 16:55 WIB

Liputan6SCTV, Karawang - Sudah tiga bulan warga Karawang, Jawa Barat, kesulitan air bersih. Hal ini menyusul kemarau panjang berujung kekeringan membuat sumur mereka kering.

Seperti ditayangkan Liputan6 Petang SCTV, Senin (11/9/2017), warga terpaksa mengambil air Sungai Cibeet. Namun air sungai itu tercemar kotoran sapi. Karena tak ada pilihan, warga pun menggunakannya untuk cuci dan mandi.

Krisis air bersih juga terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Warga menyerbu bantuan air bersih yang datang ke desa mereka, Senin siang, 11 September 2017.

Masing-masing warga bahkan membawa beberapa jeriken dan ember kosong. Desa Rangimulya di Tegal jadi salah satu desa yang mengalami kekeringan cukup parah. Untuk memenuhi kebutuhannya, warga tak jarang membeli air bersih seharga Rp 4.000 per jeriken.

Sementara di Indramayu, Jawa Barat, para petani nyaris merugi karena sawah terancam gagal panen. Para petani terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air tambahan guna mengairi sawah mereka.

Jarak sejauh 3 kilometer harus ditempuh untuk memikul mesin pompa air. Musim kemarau ini mengakibatkan irigasi mengering hingga akhirnya area sawah padi tak teraliri air.