Cerita Jokowi soal Raisa dan Laudya Cynthia Bella

Oleh Yusron Fahmi pada 11 Sep 2017, 12:37 WIB
Diperbarui 13 Sep 2017, 12:13 WIB
Yusron Fahmi/Liputan6.com

Liputan6.com, Bandung - Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi menghadiri puncak acara Dies Natalis ke-60 Universitas Padjajaran, Bandung.

Mantan Wali Kota Solo itu menyampaikan orasi ilmiah di hadapan sivitas akademika Unpad yang hadir di Graha Sanusi Hardjadinata di Jalan Dipati Ukur, Bandung. 

Jokowi menyatakan, perkembangan teknologi membuat siapa saja bisa dengan mudah berinteraksi dengan yang lain, termasuk dengan seorang presiden.

Komunikasi dengan presiden bisa dilakukan langsung tanpa harus tatap muka, yakni melalui media sosial. Dengan medsos, warga negara langsung menyampaikan aspirasinya dan mendapat respons cepat.

Jokowi menceritakan, dua hari lalu di medsos dirinya mendapat komplain dari sejumlah warganet. Komplain tersebut terkait "aset bangsa" yang diambil asing.

"Dua hari lalu di medsos saya dikomplain mengenai Raisa yang diambil asing. Itu Hamish (suami Raisa) kan orang Australia," ujar Jokowi.

Tak lama usai protes pencurian aset bangsa tersebut, Jokowi kembali mendapat komplain dari netizen. Kasusnya sama, "aset bangsa" diambil asing.

"Saya jadi mikir, aduh ini apa lagi? ternyata (Laudya) Cynthia Bella," ujar Jokowi santai. Mendengar ini, hadirin tertawa dan bertepuk tangan.

Seperti diketahui, artis Laudya Cynthya Bella melangsungkan pernikahan dengan Engku Emran yang merupakan warga negara Malaysia.

Jokowi menyatakan, dunia medsos memudahkan sesorang untuk berinteraksi dengan lainnya. Namun, medsos harus dikelola dengan baik agar tidak disalahgunakan.

"Kampus harus menyiapkan SDM untuk bertarung di keterbukaan medsos. Kalau tidak akan berbahaya," kata Jokowi.

Saksikan video menarik di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Terima Penghargaan

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Senin. Jokowi menghadiri Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 Unpad.

Selain memberikan orasi ilmiah, Jokowi menerima Anugerah Padjadjaran Utama. Anugerah tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Tri Hanggono Achmad.

Acara akan dilanjutkan dengan peluncuran buku Menyongsong SDGs: Kesiapan Daerah-Daerah di Indonesia yang merupakan hasil karya para aivitas academika di kampus yang berdiri pada 11 September 1957 ini.

Lanjutkan Membaca ↓