Cerita Kapolri Pantau Politikus Golkar Ngabalin Saat Demo 212

Oleh Delvira Hutabarat pada 09 Sep 2017, 14:23 WIB
Diperbarui 09 Sep 2017, 14:23 WIB
Ini Dia Sketsa Tersangka Penyerang Novel Baswedan
Perbesar
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers usai pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi terkait kasus penyerangan Novel Baswedan di Istana, Jakarta, Senin (31/7). (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyinggung politikus Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, soal keikutsertaannya saat aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau aksi 212 pada Desember 2016.

"Zaman dulu kalau Bang Ali Ngabalin demo-demo depan Istana, besoknya sudah ke Kramat 7 (tempat penjara). Tapi kemarin kita bisa lihat dengan bebasnya bang Ali Ngabalin ngomong gini-gini, saya ngintipin saja, ada salahnya enggak ini," ujar Tito pada acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Komunikator Politik Nasional Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Tito, saat unjuk rasa tersebut, dia memantau aksi massa termasuk Ali Mochtar Ngabalin lewat Monas sembari memperhatikan adakah kata atau tindakan pengunjuk rasa yang salah. Di Monas, ada posko yang memantau pergerakan massa.

Bila unjuk rasa tak melanggar aturan, kata Kapolri, maka tak perlu ada penangkapan. Hal tersebut terjadi pada aksi 2 Desember atau aksi 212 yang berlangsung damai.

"Selagi enggak ada salahnya fine. Itulah harga yang kita bayar untuk adanya demokrasi. Freedom of expression. Canggihnya kawan kita ini, enggak ada salahnya," kata Tito.

Dia menilai, Ngabalin seorang orator ulung yang mampu menyampaikan pesan tanpa bersenggolan dengan hukum.

"Abis marah-marah, nyebut nama pemerintah dan presiden, selesai itu WA (WhatApps) lagi. Bagaimana Kakak? Bagus tidak? Saya bilang, sudah mantap dalam koridor hukum," ujar Tito Karnavian.

2 dari 2 halaman

Aksi 2 Desember

Aksi damai 2 Desember 2016 digelar dengan zikir dan salat Jumat di kawasan Medan Merdeka Selatan. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut turun dan hujan-hujanan demi salat Jumat berjemaah dengan para peserta aksi damai 2 Desember. Polri juga mengeluarkan tim polisi Asmaul Husna.

Kapolri Tito juga mendapat banyak pujian dari sejumlah anggota Komisi III. Apresiasi awal datang dari Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman yang juga bertugas sebagai pemimpin rapat. Dia menyebut memang sulit untuk dibayangkan bahwa aksi dengan massa yang mencapai jutaan itu bisa berakhir dengan damai.

"Kesuksesan Kapolri dan jajaran untuk mengamankan aksi 212. Kami apresiasi setinggi-tingginya. Luar biasa. Kita tidak bisa membayangkan masa yang jutaan begitu, ya. Berarti sudah bisa menjalankan demokrasi kita, ya," tutur Benny di Gedung Nusantara II DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin, 5 Desember 2016.

Saksikan video di bawah ini:

 
Lanjutkan Membaca ↓