PAN: Jika Ditugaskan Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Harus Siap

Oleh Panji Prayitno pada 30 Agu 2017, 06:28 WIB
Diperbarui 30 Agu 2017, 06:28 WIB
eddy
Perbesar
Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya akan segera menemui Bima Arya untuk membicarakan kesiapannya maju pada Pilgub Jabar 2018.

Bima sendiri sebelumnya mengaku meminta waktu dua hari kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk istikharah atau meminta petunjuk kepada Yang Kuasa.

"Kita persilahkan dulu Bima Arya untuk memperpanjang istikharahnya. Saya besok ke Jakarta akan mengundang Beliau juga rapat dan ngobrol dari hati ke hati," kata Eddy Soeparno di Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 29 Agustus 2017.

Rencananya, kata dia, Bima bakal diundang ke DPP PAN untuk mengikuti rapat terkait pencalonannya nanti.

"Bima merupakan kader PAN yang potensial dan saat ini PAN sedang menguatkan mesin partai," kata Eddy.

PAN mengklaim popularitas dan elektabilitas Bima paling tinggi di Kota Bogor. Oleh karena itu, yang bersangkutan harus siap jika partai memberikan mandat ke dirinya untuk maju di Pilgub Jabar.

"Kalau sudah ada perintah untuk maju ya Bima harus siap. Tetap kita akan lihat dulu, tentu kita menginginkan pasangan yang ideal," kata dia.

Namun begitu, Bima yang diusung bakal mendampingi Ridwan Kamil itu hingga kini masih belum bisa menentukan sikap, apakah akan maju atau tidak di Pilgub Jabar 2018. Bahkan, dia memilih untuk memperpanjang istikharah yang dimulai sejak pekan lalu.


Saksikan tayang video menarik berikut ini:

 

Koalisi 3 Partai


Sementara itu, Plt Ketua DPW PAN Jabar, Hasbullah mengaku sudah membentuk koalisi baru dengan dua partai, yakni PPP dan Demokrat. Namun, dia mengakui pembahasan tersebut belum mengarah ke paket pasangan calon yang diusung.

"Kita bicara kendaraannya dulu agar pilgub nanti tidak memiliki dampak seperti di DKI. Tiga partai ini masing-masing membuat tim untuk menyusun visi Jabar ke depan," kata Hasbullah.

Menurut dia, masing-masing partai memiliki kader internal yang bakal maju. Namun di Jawa Barat, PAN memiliki dua nama, yakni Desy Ratnasari dan Bima Arya.

Sedangkan PPP mengajukan Uu Rizhanul Ulum yang berstatus sebagai Bupati Tasikmalaya, dan Demokrat mengajukan Iwan Ridwan Sulandjana yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jabar.

"Koalisi di Jabar sudah terbangun koalisi baru, ini hasil rapat tadi malam saya dengan dua partai itu," kata Hasbullah menandaskan.

 

Lanjutkan Membaca ↓