PPP Kubu Romi Usung Akhmad Muqowam di Pilkada Jateng

Oleh Muhamad Ridlo pada 23 Agu 2017, 14:33 WIB
Diperbarui 23 Agu 2017, 14:33 WIB
Ketua Umum PPP Romahurzmuziy
Perbesar
Ketua Umum PPP Romahurzmuziy (Liputan6.com/ Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Romahurmuziy menyatakan akan mengusung sejumlah kader di Pilgub Jawa Tengah 2018. PPP nantinya akan menggandeng partai lain dalam kontestasi kepala daerah.

Dia mengakui, saat ini PPP telah berkomunikasi intensif dengan parpol lain untuk berkoalisi dan mengusung pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Namun, ia tak bersedia membeberkan partai mana yang sudah diajak komunikasi.

"Kami realistis, bahwa Jawa Tengah ini adalah provinsi yang dari waktu ke waktu merupakan daerah yang merupakan daerahnya partai politik yang beraliran nasionalis. Untuk Pilkada Jateng, target kami menempatkan salah satu kader terbaik PPP yaitu Pak Akhmad Muqowam untuk duduk di Jateng 1 maupun 2," kata Romahurmuziy usai menjadi mengisi kuliah umum mahasiswa Unsoed Purwokerto, Selasa petang, 22 Agustus 2017.

Pria yang kerap disapa Romi ini mengatakan, selain Akhmad Muqowam, PPP sejauh ini telah menyiapkan dua kader lain. Yakni, Bupati Jepara Akhmad Marzuki dan mantan Wakil Bupati Blora, Abu Nafi. Ketiga nama itu telah menyatakan diri siap berlaga di Pilkada Jawa Tengah.

"Tapi nama-nama itu tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama lainnya lagi. Politik itu dinamis, terus bergerak dan berubah-ubah," ujar dia.

Terkait Pilkada Banyumas, Romi mengatakan sementara ini belum memiliki bayangan calon maupun rencana membangun koalisi. Bisa jadi, PPP akan mengusung petahana bupati Banyumas yang telah mendaftar lewat PDIP.

Namun, Romi juga mengatakan tak menutup kemungkinan akan mengusung nama baru. Sebab, PPP menilai Kabupaten Banyumas tak mengalami lonjakan pembangunan yang berarti selama hampir lima tahun kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati saat ini. Padahal, menurut dia, Banyumas memiliki potensi untuk melakukan lonjakan.

Romi mengemukakan, saat ini, baik kepengurusan PPP di Jawa Tengah maupun di kabupaten/kota belum membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bupati. PPP masih menunggu waktu yang tepat, sembari membangun koalisi.

Saksikan video di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Koalisi Abang Ijo

Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Pilkada) serentak 2018. Selain pemilihan Gubernur, di waktu yang sama, dilaksanakan pula pemilihan bupati dan wali kota di tujuh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Menghadapi Pilkada Jawa Tengah, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mewacanakan koalisi abang Ijo alias Bangjo, yakni koalisi antara abang yang mewakili golongan nasionalis dengan hijau yang mewakili partai bercitra keagamaan.

Menurut Romi, koalisi ini akan meminimalisir konflik politik yang berlatar SARA. Selain itu, kepemimpinan Jawa Tengah ke depan akan lebih harmonis di tengah menguatnya sentimen sektarian pada helatan politik terakhir, semisal Pilkada Jakarta.

"Kalau koalisi ini berisi satu warna, kami khawatir akan memanaskan situasi karena akan terjadi pengkutuban, akan ada polarisasi, antara santri dengan abangan," kata Romi.

 

Lanjutkan Membaca ↓