Cerita Bambang Wuryanto Terjebak Lift di Gedung Lama DPR

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 16 Agu 2017, 14:03 WIB
Diperbarui 16 Agu 2017, 14:03 WIB
Jelang Akhir Tahun, PDIP Luncurkan Buku
Perbesar
Bambang Wuryanto (kanan) saat memberikan keterangan terkait peluncuran buku 'Bersama Jokowi Mengawal Penegakan Hukum', Jakarta, Selasa (30/12/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pembangunan gedung baru DPR RI menuai pro dan kontra. Mayoritas anggota parlemen berkeluh kesah tentang tak layaknya lagi kantor mereka yang terletak di Nusantara I.

Salah satunya datang dari Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul. Dia mengaku pernah terjebak di lift usai menghadiri sidang Paripurna DPR.

"Kemarin kan sempat macet. Iya anjlok. Bukan macet aja, anjlok. Ya (di dalam lift). Waktu habis Paripurna sebelum yang kemarin itu. Kemarin juga habis dibongkar semua. Terus mau ngomong apa?" ucap Bambang di kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Oleh karena itu, lanjut dia, gedung tersebut sudah tak layak digunakan. Dia mengatakan, usia yang sudah tak muda menyebabkan bangunan itu sangat berbahaya.

"Memang sudah tak layak. Itu gedung paling ramai di republik ini. Kantor paling ramai di republik ini. Liftnya setiap saat itu rusak terus. Itu sangat berbahaya," Bambang menjelaskan.

Oleh karena itu, lanjut dia, PDIP sebenarnya sudah menyetujui adanya pembangunan gedung baru dan itu sudah lama.

"Dari dulu kan setuju. Tempatnya sudah remuk, kau lihatlah. Sudah kacau seperti itu. Dari dulu kita udah ngomong," kata Bambang.

Namun, dia tidak setuju dengan wacana pembangunan apartemen untuk anggota DPR. Dia yakin rumah dinas di Kalibata masih layak.

"Kalau apartemen sih ngapain. Kita sih sudah punya rumah dinas. Rumah dinas sudah ada terus mau diapain. Mau diganti apa itu. Ya terserah masing-masing (menggunakan atau tidak rumah dinas Kalibata. Tapi bisa dilihatlah situasinya di sana, kalau saya sih layak-layak saja," pungkas Bambang.

Saksikan video berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya