Krisis Air Bersih, Warga Desa Krapyak Manfaatkan Kubangan untuk Minum

Oleh Maria Flora pada 01 Agu 2017, 19:37 WIB
Diperbarui 01 Agu 2017, 19:37 WIB

Liputan6.com, Purwakarta - Aliran Sungai Ciampel yang menjadi andalan warga Desa Krapyak, Purwakarta, Jawa Barat mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, seperti MCK semua dilakukan di sini.

Namun untuk keperluan minum, seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (1/8/2017), warga mengakalinya dengan membuat sumur kecil layaknya kubangan. Hal ini bertujuan untuk mengendapkan kotoran dan mendapatkan sedikit air bersih

Meski demikian air tersebut tak layak untuk dikonsumsi. Warga mengaku tak ada pilihan lain, karena kemarau membuat air sumur di rumah mereka mengering sejak sebulan lalu.

Serupa dengan warga Kampung Krapyak, warga di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah sudah beberapa hari mengandalkan air telaga meski jauh dari bersih. Hal ini dilakukan karena sumber air dan sumur warga mulai mengering. 

Selain itu, proyek pipanisasi yang awalnya menjadi andalan warga, kini malah mangkrak. Padahal pembangunan pipa semua bertujuan untuk menyalurkan air bersih ke rumah warga ketika musim kemarau datang.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, delapan kecamatan mengalami krisis air bersih. Siklus kemarau yang diperkirakan hingga November nanti akan berdampak pada bencana kekeringan terhadap lebih dari 61 ribu warga di 38 desa dari delapan kecamatan di Kabupaten Wonogiri.