Mural Keragaman Ini Lahir dari Keresahan Para Seniman

Oleh Muhamad Nuramdani pada 25 Jul 2017, 07:21 WIB
Diperbarui 25 Jul 2017, 07:21 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menyerukan persatuan bangsa tak melulu lewat pidato dan diskusi. Seniman Hanafi menyampaikan pesan moral lewat cara menarik, yakni dengan membuat mural di ruang publik.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Selasa (25/7/2017), terletak di Jalan Kebagusan Dalam IV, Jakarta Selatan, lukisan di ruang publik alias mural terbentang sepanjang 400 meter. Figur Bung Karno terlihat menonjol di satu sudut, lengkap dengan kutipan pidatonya.

Sosok bapak bangsa itu dipilih untuk mengingatkan anak muda tentang sejarah Indonesia yang masyarakatnya senantiasa bersatu untuk merdeka tanpa memadang perbedaan.

Tak heran, kini ruang publik itu tampak apik nan menarik. Ialah Hanafi, sosok di balik pembuatan mural ini. Karya seni mereka hadir membawa pesan persatuan, yang berangkat dari keresahan mereka melihat kondisi Ibu Kota yang sempat terpecah belah karena isu suku, agama dan ras.

Proses pembuatan mural ini ternyata butuh perjuangan ekstra. Pasalnya, Februari lalu, tim yang terdiri dari 10 orang itu harus berjibaku dengan cuaca yang tak menentu. Hanafi berkisah, ia dan tim kewalahan saat
tiba-tiba hujan turun ketika cat tembok masih basah.

Tapi rintangan itu bukan alasan bagi Hanafi dan rekan-rekannya, mimpi mereka lebih besar. Menyatukan rakyat Indonesia lewat goresan cat dan kata-kata penuh makna. Bagi mereka, merawat persatuan jadi tugas mulia.