Selain Julianto, Petugas PPSU Juga Jadi Korban Order Fiktif Gojek

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 08 Jul 2017, 20:34 WIB
Diperbarui 08 Jul 2017, 20:34 WIB
Kantor Gojek di Kawasan Kemang, Jakarta
Perbesar
Kantor Gojek di Kawasan Kemang, Jakarta. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Kasus teror order fiktif pesan makanan via Gojek menimpa pegawai bank bernama Julianto Sudrajat alias Jajat. Selain Julianto, kini muncul korban lain yang juga mengalami hal serupa.

Dia adalah petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau Pasukan Oranye bernama Ahmad Maulana. Ia mengaku mengalami nasib yang sama dengan apa yang menimpa Julianto.

Ahmad pun melaporkan kasus ini ke Polsek Tanah Abang. Namun, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim mengaku belum menerima laporan itu.

"Belum ada. Belum ada laporan yang masuk ke kantor," ucap Mustakim kepada Liputan6.com, Sabtu (8/6/2017).

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Djafar Muchlisin juga mengaku belum mengetahui kasus yang menimpa anak buahnya itu. Bahkan dia belum mendapatkan laporan.

"Enggak (tidak tahu). Belum dengar," singkat Djafar.

Sebelumnya, Puluhan makanan tidak bertuan datang pada pria yang memiliki akun sosial media Facebook dengan nama Julianto Sudrajat alias Jajat. Dalam laman Facebook-nya, dia bercerita bahwa belum lama ini dirinya menjadi korban order fiktif Gojek.

Ada sejumlah pesanan makanan via Gofood yang datang dialamatkan padanya tanpa tahu siapa pengirimnya dan tanpa persetujuan.

Hasilnya, kerugian finansial dialami yang bersangkutan dan juga bahkan ke pihak Gojek sendiri. Untuk itu, dia pun menyampaikan keresahannya itu di laman Facebook-nya sambil mencari siapa pelaku yang memesan orderan fiktif tersebut.

Dalam akun Facebooknya, Jajat menulis sebagai berikut:

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Saya Julianto sudrajat (Jajat)

Pada hari ini tgl 6 juli 2017 melalui status FB ini saya ingin mengklarifikasi masalah yg terjadi sama saya. Akhir2 ini banyak sekali pemesanan GOFOOD yg dialamatkan ke saya. Saya sama sekali tidak pernah melakukan pemesaan GOFOOD dan merugikan GoJek.

Seseorang yg tidak suka sama saya yang melakukan order fiktif tersebut dan di tujukan ke saya. Sehingga hal ini mengakibatkan kerugian di pihak GoJek atau Driver GoJek. Saya mohon maaf atas kejadian ini. Sekali lagi saya jelaskan utk order fiktif yg terjadi akhir2 ini bukan dari saya, melainkan oleh seseorang yg tdk suka dgn saya. Kejadian ini sudah saya laporkan ke kantor polisi dan kantor PT. GO-JEK dgn laporan ID 19497686. Mudah2an pelakunya dapat tertangkap dgn cepat sehingga tdk ada lagi orang yg dirugikan seperti saya.

Sekian klarifikasi yg saya buat dgn penuh kesadaran. Sekali lagi saya mohon maaf yg sebesar2nya. Terima kasih.

Wa Alaikum salam wr. Wb.


Saksikan video menarik di bawah ini: