Polisi Selidiki Kasus Order Fiktif Makanan Via Gojek

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 08 Jul 2017, 19:37 WIB
Diperbarui 08 Jul 2017, 19:37 WIB
Logo Go-Jek di Kantor Go-Jek di Kawasan Kemang
Perbesar
Logo Go-Jek di Kantor Go-Jek di Kawasan Kemang. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Pria bernama Julianto Sudrajat alias Jajat mengaku jadi korban order fiktif jasa antar makanan berbasis aplikasi online Gojek. Ia pun melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Beberapa hari belakangan, ada sejumlah pesanan makanan via Gojek yang datang ke kantor Julianto. Padahal ia tidak merasa memesan makananan tersebut. Hasilnya, kerugian finansial dialaminya dan juga pihak driver Gojek yang mengantar.

Kasus ini diduga berlatar belakangan dendam asmara. Julianto lantas melaporkan kasusnya ke Polres Jakarta Timur.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Andry Wibowo. Menurut dia, kasus ini sudah dilaporkan.

"Iya. Itu sudah dari kemarin, ke Polsek Matraman," ucap Andry kepada Liputan6.com, Sabtu (8/7/2017).

Dia menegaskan, sampai sekarang pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan. Pihaknya akan mengungkap apakah kasus itu benar berlatar belakang dendam asmara atau tidak.

"Ini lagi dilidik. Jadi sabar. Tapi yang bersangkutan telah membayar makanan itu (ke driver Gojek) karena kasihan. Jadi masih dilidik," tegas Andry.

Julianto diketahui merupakan pegawai bank di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesanan fiktif itu jika dikalkulasikan dalam sehari bisa sampai Rp 1 juta.

Ia sempat menyampaikan keresahannya itu di laman Facebook-nya sambil mencari siapa pelaku yang memesan orderan fiktif tersebut. Dalam akun Facebook-nya, dia menulis sebagai berikut:

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Saya Julianto sudrajat (Jajat)

Pada hari ini tgl 6 juli 2017 melalui status FB ini saya ingin mengklarifikasi masalah yg terjadi sama saya. Akhir2 ini banyak sekali pemesanan GOFOOD yg dialamatkan ke saya. Saya sama sekali tidak pernah melakukan pemesaan GOFOOD dan merugikan GoJek.

Seseorang yg tidak suka sama saya yang melakukan order fiktif tersebut dan di tujukan ke saya. Sehingga hal ini mengakibatkan kerugian di pihak GoJek atau Driver GoJek. Saya mohon maaf atas kejadian ini. Sekali lagi saya jelaskan utk order fiktif yg terjadi akhir2 ini bukan dari saya, melainkan oleh seseorang yg tdk suka dgn saya. Kejadian ini sudah saya laporkan ke kantor polisi dan kantor PT. GO-JEK dgn laporan ID 19497686. Mudah2an pelakunya dapat tertangkap dgn cepat sehingga tdk ada lagi orang yg dirugikan seperti saya.

Sekian klarifikasi yg saya buat dgn penuh kesadaran. Sekali lagi saya mohon maaf yg sebesar2nya. Terima kasih.

Wa Alaikum salam wr. Wb.


Saksikan video menarik di bawah ini: