Jadi Korban Order Fiktif Gojek, Julianto Pergi dari Rumahnya

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 08 Jul 2017, 19:21 WIB
Diperbarui 08 Jul 2017, 19:21 WIB
Logo Go-Jek di Kantor Go-Jek di Kemang, Jakarta. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Logo Go-Jek di Kantor Go-Jek di Kemang, Jakarta. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Pria bernama Julianto Sudrajat alias Jajat mengaku menjadi korban order fiktif jasa antar makanan berbasis aplikasi online Gojek. Dia pun melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Timur. 

Liputan6.com mencoba menyambangi Jajat ke rumahnya di bilangan Pisangan Baru Utara, Matraman, Jakarta Timur. Namun, sejak Sabtu (8/7/2017) sore hingga malam, rumah tersebut sepi.

Menurut tetangga di sampingnya, rumah itu sepi sejak siang. Jajat sempat terlihat pergi meninggalkan kediamannya.

"Pagi tadi masih ada. Tapi kayaknya tadi pergi dari siang. Emang banyak yang cari Jajat," ucap tetangga Jajat, Jumat (8/7/2017).

Jajat diketahui merupakan pegawai bank di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesanan fiktif Gojek yang dialamatkan ke kantor Jajat tidak tanggung-tanggung nominalnya. Jika dikalkulasikan, dalam sehari bisa sampai Rp 1 juta.

Diduga, hal ini berkaitan dengan cinta masa lalunya. Namun, saat dihubungi Liputan6.com, Jajat bergeming.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Andry Wibowo telah membenarkan kasus ini sudah dilaporkan. Dia menuturkan, kasus tersebut dalam proses lidik.

"Ini lagi dilidik. Jadi sabar. Tapi yang bersangkutan telah membayar makanan itu (ke driver Gojek) karena kasihan. Jadi masih dilidik," tegas Andry.


Saksikan video menarik di bawah ini: