Pertimbangan Polisi Pindah Brimob Korban Penusukan ke RS Polri

Oleh Ika Defianti pada 01 Jul 2017, 06:43 WIB
Diperbarui 01 Jul 2017, 06:43 WIB
RS Polri
Perbesar
RS Polri Kramatjati (Liputan6.com/ Moch Harun Syah)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku memiliki beberapa pertimbangan mengenai pemindahan dua anggota brimob yang menjadi korban penusukan di Masjid Falatehan kawasan Trunojoyo, Jakarta Selatan, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Kata dia, salah satunya terkait keamanan. Iriawan mengatakan, RS Polri sudah terbiasa menangani peristiwa teror seperti ini.

"Agar kita bisa menangani, lalu keamanan yang jelas RS Polri sudah biasa. Lebih mudah untuk kita mengamankan," ucap Iriawan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat 30 Juni 2017.

Tak hanya itu Iriawan menyatakan, dalam hal medis seperti bedah plastik, dokter RS Polri lebih berpengalaman.

"Dokternya bedah plastiknya lebih senior dari sini (RSPP). Jadi siap untuk melakukan medis," jelas Iriawan.

Dua personel Brimob menjadi korban penyerangan seorang pria tidak dikenal di dekat Mabes Polri. Seorang personel merupakan perwira pertama Brimob Mabes Polri.

Dua personel itu adalah AKP Dede Suhatmi dari Resimen I Gegana, dan Briptu M Syaiful Bakhtiar dari Resimen 3 Pelopor.

Keduanya diserang usai Salat Isya di Masjid Faletehan, tidak jauh dari Mabes Polri. Pelaku sempat memekikkan takbir dan mengacungkan senjata tajam.

Polisi berupaya meminta penyerang menyerah dengan dua kali tembakan peringatan. Namun, pelaku tak mengindahkan dan tetap menyerang. Polisi terpaksa menembak dan pelaku tewas di tempat.

Saksikan video di bawah ini: