2 Korban Terseret Ombak di Pelabuhan Ratu Ditemukan Meninggal

Oleh Achmad Sudarno pada 30 Jun 2017, 05:02 WIB
Diperbarui 30 Jun 2017, 05:02 WIB
Korban Terseret Ombak di Pelabuhan Ratu
Perbesar
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban terseret ombak Pelabuhan Ratu. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Sukabumi - Dua wisatawan yang terseret ombak di pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal pada Kamis sore.

Kedua korban tersebut adalah Gunawan (15) warga Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat, dan Bahrudin (13) warga Taman Raya Tangerang, Banten.

Petugas gabungan dari Pos SAR Sukabumi, Basarnas Spesial Grup, Polres Sukabumi, Polair Sukabumi, Balawista, PMI, dan BPBD Sukabumi masih mencari satu korban lainnya yang hilang, Anas Budi (18), warga Cikupa, Tangerang, Banten.

"Sudah ditemukan dua korban tadi sekitar pukul 22.45 WIB," ungkap Koordinator Pos Basarnas Pelabuhan Ratu Aulia Sholihanto saat dihubungi, Kamis 29 Juni 2017.

Aulia menjelaskan, jasad kedua korban ditemukan di lokasi berbeda. Jenazah Bahrudin ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari bibir Pantai Loji, Pelabuhan Ratu.

Sedangkan, jasad Gunawan ditemukan tim gabungan di permukaan laut sekitar 3,6 kilometer dari bibir Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu.

"Kondisi tubuh korban masih utuh. Pakaian yang dikenakan juga sama," kata Aulia.

Setelah ditemukan, Aulia melanjutkan, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Pelabuhan Ratu, untuk dilakukan identifikasi.

Aulia mengatakan, Anas Budi, korban yang belum ditemukan hilang terseret ombak saat berenang di pantai Katapang Condong, Pelabuhan Ratu.

"Untuk malam hari pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi hari," kata dia.

Aulia menyebutkan, total korban tewas akibat terseret ombak di Pelabuhan Ratu berjumlah empat orang. Jasad korban bernama Lukman (45), ditemukan lebih dulu pada Rabu sore, 28 Juni 2017.

Lukman merupakan ayah kandung Bahrudin. Korban ikut tenggelam saat berupaya menolong anaknya yang terseret ombak saat mencari batu karang di bibir Pantai Loji, pada Rabu siang, 28 Juni 2017.