Menaker Berharap ILO Bantu Peningkatan Kompetensi Pekerja

Oleh Gilar Ramdhani pada 15 Jun 2017, 16:39 WIB
Diperbarui 15 Jun 2017, 16:39 WIB
Menaker Berharap ILO Bantu Peningkatan Kompetensi Pekerja
Perbesar
Menaker Hanif Dhakiri dalam pidatonya mengutarakan harapannya agar ILO membantu negara-negara anggota meningkatkan kompetensi kerja.

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Indonesia berharap kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) agar membantu negara-negara anggotanya dalam meningkatkan kompetensi pekerja, dengan memperbaiki program dan institusi pelatihan kerja. 

“Kemitraan global peningkatan kompetensi pekerja ini penting, guna memperkuat usaha mewujudkan pekerjaan yang layak bagi semua, terutama dalam menghadapi persaingan global dan tantangan perubahan iklim,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri dalam pidato resminya pada konferensi ILO di Plenary Hall, Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jenewa, Swiss, Rabu (14/6/2017) waktu setempat.

Dalam konteks ini, lanjutnya, pusat pelatihan internasional ILO di Turin, Italia, memainkan peran penting dalam memberikan pengembangan kapasitas dan kualitas tenaga kerja anggota ILO. Pusat pelatihan tersebut dapat ditiru anggota ILO dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi mereka melalui pembelajaran dan pelatihan.

Pusat pelatihan ILO di Turin menjalankan lebih dari 450 program pelatihan, untuk 11.000 orang dari 180 negara setiap tahunnya.

Pemerintah Indonesia, lanjut Menaker, mendukung upaya ILO terus berperan aktif dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, dengan menggencarkan pentingnya pelatihan vokasional kepada para anggotanya. Tentu upaya tersebut harus didukung oleh pemerintahan masing-masing anggota ILO dengan melibatkan peran serta dunia usaha dan serikat pekerja.

Sementara itu perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang hadir dalam konferensi tersebut, Myra M Hanartani menyatakan, tenaga kerja berkualitas merupakan kunci utama untuk sukses dalam persaingan global. Dalam kaitan ini, APINDO mendukung upaya pemerintah dengan meluncurkan program magang dan sertifikasi magang.

“Sebanyak 2.600 perusahaan menggelar program magang. Program ini ditangani oleh komite pemagangan yang memastikan proses pemagangan berjalan dengan baik," kata Myra

Sedangkan Presiden KSBSI, Mudhofir, dalam pidatonya meminta pemerintah Indonesia untuk terus berkomitmen pada konsultasi tripartit dan dialog sosial yang jujur, untuk menciptakan pekerjaan yang layak, menuju masa depan yang lebih baik bagi semua rakyat Indonesia.

(*)